Israel menyerang Gaza dengan rentetan roket dan menewaskan balita

Gaza, SPNA - Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap Jalur Gaza pada Rabu malam (08/08/2018),

BY adminEdited Thu,09 Aug 2018,11:21 AM

Gaza, SPNA - Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap Jalur Gaza pada Rabu malam (08/08/2018), sebagai tanggapan terhadap sekitar 150 roket yang ditembakkan ke wilayahnya. Dilaporkan, tiga warga Palestina termasuk seorang balita gugur dalam serangan tersebut.

Sebagian besar roket yang ditembakkan oleh militan Palestina mendarat di daerah terbuka, tapi setidaknya dua menghantam kota Sderot Israel di dekat Jalur Gaza dan sirene terdengar sepanjang malam, yang mengarahkan warga bersegera ke tempat penampungan.

Petugas medis melaporkan setidaknya empat orang Israel terluka dan dibawa ke rumah sakit Israel.

Mereka yang gugur di Jalur Gaza di antaranya Enas Khammash (23), dan putrinya yang berusia 18 bulan, Bayan, menurut kementerian kesehatan di daerah Gaza.

Mereka meninggal dalam serangan udara di Jafarawi di Gaza tengah, kata kementerian tersebut, sementara suaminya terluka. Kementerian di Gaza juga mengatakan bahwa  Khammash dalam kondisi hamil.

Seorang militan Hamas juga gugur dalam serangan itu dan sedikitnya 12 orang lainnya terluka, rilis kementerian kesehatan.

Ini adalah serangan ketiga yang parah sejak Juli dan terjadi meskipun ada upaya oleh pejabat PBB dan Mesir untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas.

Tiga serangan yang mengikuti berbulan-bulan ketegangan akibat protes dan bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza, telah menimbulkan kekhawatiran akan perang keempat antara kedua pihak sejak 2008.

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan, pihaknya menargetkan lebih dari 140 "lokasi militer" Hamas, termasuk kompleks militer dan lokasi pembuatan senjata untuk gerakan tersebut.

Dikatakan bahwa Israel menjadi sasaran dengan sekitar 150 roket dari Rabu hingga Kamis yang diluncurkan ke wilayahnya. Dua puluh lima di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara, menurut IDF.

Gumpalan asap dan bola api bisa dilihat di Jalur Gaza saat serangan dilakukan.

IDF mengatakan bahwa mereka "bertekad untuk mengamankan keselamatan warga Israel dan waspada dan siap untuk berbagai skenario."

Sayap militer Hamas Al Qassam Brigade mengklaim bertanggung jawab atas roket ke wilayah Israel tersebut.

Dikatakan pula bahwa "perlawanan" Palestina telah menembakkan sejumlah besar roket ke "posisi musuh dalam wilayah Gaza."

Televisi Israel menyiarkan gambar rumah dan mobil yang rusak akibat roket di Sderot.

Nickolay Mladenov, utusan PBB untuk konflik Timur Tengah yang berusaha menegosiasikan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas, mengatakan dia "sangat khawatir" dan menyerukan kepada semua pihak untuk "mundur dari tepi jurang peperangan."

"Selama berbulan-bulan saya telah memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan, keamanan dan politik di Gaza berisiko melahirkan konflik yang menghancurkan ," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam insiden itu, dua pejuang dari sayap militer Hamas gugur oleh tembakan Israel di sepanjang perbatasan.

Israel awalnya mengatakan, kedua pejuang itu menembaki tentara Israel, tetapi Hamas mengatakan mereka terlibat dalam latihan yang dilakukan para pejabat senior.

Media Israel melaporkan bahwa para pejabat militer kemudian mengakui kesalahan telah dibuat dan para militan tidak menembaki tentara, meskipun militer tidak akan mengkonfirmasi informasi tersebut kepada AFP.

Hamas memperingatkan Israel bahwa mereka akan membayar untuk serangan itu, dan pada hari Rabu militer mengatakan tembakan telah ditembakkan pada insinyur sipil yang bekerja pada penghalang bawah tanah di sepanjang perbatasan, yang mendorong militer untuk menanggapi dengan tembakan tank di pos Hamas.

Ketegangan ini terjadi setelah pimpinan Hamas bertemu Gaza pada hari Jumat.

Pertemuan itu telah membangkitkan harapan kesepakatan untuk gencatan senjata abadi dengan Israel, dengan dukungan Mesir dan PBB.

Protes dan bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza sejak akhir Maret telah mengantarkan setidaknya 165 orang Palestina gugur oleh tembakan Israel.

(T.RA/S: The Defense Post)

leave a reply