PBB desak Israel untuk memasok bahan bakar ke Gaza

Yerusalem, SPNA - Pada Rabu (08/08/2018), PBB mendesak pemerintah Israel untuk segera mencabut larangan terhadap masuknya bahan bakar ke Gaza.

BY adminEdited Thu,09 Aug 2018,02:51 PM

Yerusalem, SPNA - Pada Rabu (08/08/2018), PBB mendesak pemerintah Israel untuk segera mencabut larangan terhadap masuknya bahan bakar ke Gaza. Sejak 2 Agustus lalu, otoritas Israel telah melarang masuknya sebagian besar barang ke Gaza, termasuk bahan bakar.

Koordinator Kemanusiaan PBB, Jimmy McGoldrick, dalam konferensi pers mengatakan, “Melarang masuknya bahan bakar darurat ke Gaza adalah persoalan serius, yang berisiko tinggi terhadap hak asasi manusia di Gaza."

“Terdapat jutaan warga di Rafah, setengahnya anak-anak, yang hidupnya dipertaruhkan karena sulit mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.” Imbuhnya.

Instansi umum yang beroperasi di Gaza, baik dibidang kesehatan, air bersih dan sanitasi saat ini membutuhkan 60 ribu liter bahan bakar darurat. Pasokan ini diperlukan untuk menghidupkan 46 sarana vital masyarakat di seluruh wilayah Gaza selama empat hari ke dapan.

Koordinator PBB tersebut juga menyebutkan, “ Rumah sakit di Gaza terpaksa mengurangi aktivitas kerja. Lima di antaranya dipresikasi akan tutup dalam beberapa hari ke depan karena kekurangan bahan bakar.” Disebutkan ada sekitar dua ribu pasien yang sedang dirawat di rumah sakit Gaza.

McGoldrick menambahkan, “Kondisi semakin diperparah karena pendanaan bahan bakar darurat akan habis pada pertengahan Agustus ini. Dibutuhkan dana sebesar 4,5 juta USD untuk mampu menghidupkan instansi-instansi vital masyarakat tersebut.”

Ia meminta pemerintah Israel untuk segera melunak terkait peraturan yang diberlakukan di perbatasan Karim Abu Salim. Khususnya yang berkaitan dengan bahan bakar.

Krisis ekonomi dan kemanusian yang dihadapi warga Gaza saat ini, menurut kordinator PBB disebutkan, paling parah di dunia. Hal tersebut terjadi setelah Israel memblokade seluruh jalur yang menghubungakan Gaza dengan dunia luar.

(T.HN/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir