Hamas: Perundingan gencatan senjata berada pada ‘tahap akhir’

Beirut, SPNA - Perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas berada dalam "tahap akhir," ungkap seorang pejabat Hamas dalam sebuah wawancara dengan televisi .....

BY adminEdited Sat,18 Aug 2018,11:41 AM

Beirut, SPNA - Perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas berada dalam "tahap akhir," ungkap seorang pejabat Hamas dalam sebuah wawancara dengan televisi Al-Mayadeen Lebanon pada hari Jumat (17/08/2018).

Gencatan senjata akan didasarkan pada pemahaman yang dicapai antara Israel dan Hamas setelah Perang Gaza 2014, ungkap Kahlil al-Hayya, dan menambahkan bahwa Hamas tertarik untuk menandatangani perjanjian.

Al-Hayya berbicara dari Kairo di mana dia dan para pejabat Hamas lainnya membahas syarat-syarat gencatan senjata dengan Mesir dan PBB yang memediasi pembicaraan.

Pembicaraan sementara akan dihentikan hingga akan mencapai kesimpulan pada akhir bulan ini setelah Idul Adha.

"Hari ini kami menyelesaikan putaran konsultasi dengan faksi Palestina mengenai ketenangan dan rekonsiliasi," kata pemimpin Hamas Izzar al-Rishq di Twitter-nya, seperti dikutip Channel 10. "Insya Allah upaya akan diperbarui setelah liburan," tambahnya.

Jaringan media yang berafiliasi dengan Hezbollah Al Mayadeen menerbitkan sebuah laporan pada hari Kamis mengklaim bahwa Qatar akan memainkan peran besar dalam pengaturan, mendanai gaji pejabat Hamas serta bahan bakar untuk Gaza.

Selain itu, pembentukan rute pengiriman langsung antara Gaza dan Siprus juga dirujuk. Hadashot TV melaporkan bahwa Liberman mengkondisikan pembangunan pelabuhan itu dengan syarat bahwa dua warga Israel dan jasad dari dua tentara IDF yang ditahan oleh Hamas dikembalikan.

Sementara itu, seorang pejabat dari Otoritas Palestina (PA) berbicara kepada Kan News di Israel, mengatakan semua dana ke Gaza akan disita jika Israel dan Hamas menandatangani gencatan senjata.

"Sehari setelah perjanjian ini kami akan segera berhenti mentransfer $ 96 juta yang kami transfer ke Gaza setiap bulan," kata pejabat tersebut.

Hadashot TV melaporkan pada hari Kamis bahwa kepala badan keamanan Shin Bet, Nadav Argaman, telah memperingatkan anggota kabinet untuk mengecualikan PA dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Hamas.

"Menggeser (Abbas) dari proses (mencapai sebuah) perjanjian akan memperkuat Hamas di Tepi Barat dan membuktikan bahwa teror harus dibayar. Langkah semacam itu juga akan melemahkan kaum moderat dan membuktikan kepada rakyat Palestina bahwa hasil hanya bisa dicapai dengan kekerasan,” kata Argaman.

(T.RA/S: 124 News)

leave a reply