14 Ton daging Qurban dari Indonesia untuk Muslimin di Jalur Gaza

Dalam rangka menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam merayakan Idul Adha, NGO dan Muslimin Indonesia merealisasikan program Qurban untuk Muslimin Palestina di Jalur Gaza. Program ini juga ditujukan untuk membantu ribuan warga Palestina yang telah lama hidup menderita di bawah pendudukan Israel.

BY adminEdited Mon,03 Sep 2018,10:59 AM

SPNA - Jalur Gaza

Jalur Gaza, SPNA –  Sungguh sebuah karunia yang sangat besar dari Allah SWT ketika kita bisa merasakan nikmat persaudaraan atas landasan iman dan mencintai karena Allah SWT semata.

Dalam rangka menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam merayakan Idul Adha, NGO dan Muslimin Indonesia merealisasikan program Qurban untuk Muslimin Palestina di Jalur Gaza. Program ini juga ditujukan untuk membantu ribuan warga Palestina yang telah lama hidup menderita di bawah pendudukan Israel.

Program yang merupakan kerja sama antara Badan Amal Indonesia dan Palestina, berhasil mendistribusikan ratusan hewan Qurban seperti unta, sapi dan domba kepada warga Gaza yang membutuhkan.

Selain itu, program ini juga menjadi upaya untuk membantu dan mendukung perjuangan rakyat Palestina di Jalur Gaza yang telah menjalani blokade Israel selama 12 tahun. Melalui ini semua, diharapkan hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Palestina semakin kuat.

Terkait jumlah hewan Qurban, Abdillah Onim -pendiri dan Pembina Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC)- menjelaskan, “Jumlah hewan Qurban dari Muslimin Indonesia pada tahun ini  mencapai 250 ekor domba, 80 ekor unta dan 15 ekor sapi.”

Bang Onim, sapaan akrab beliau, menambahkan, “Selain Muslimin Indonesia, program ini juga merupakan hasil kerja sama antara Yayasan NPC dengan berbagai NGO di Indonesia, seperti; Yayasan Daarut Tauhiid Peduli, Yayasan Syam Organzier, Yayayasan Daarul Qur’an Nusantara, Yayasan Rumah Yatim, Yayasan Cinta Dakwah, DPU Kaltim, Askar Kauny, Lazis Wahdah Islamiyah, Dompet Madani Bali, Islah Care serta belasan NGO Indonesia lainnya.”

Pada tahun ini, Yayasan Daarut Tauhiid Peduli menyalurkan Qurban dari para donatur sejumlah 64 ekor unta. Meski jumlah ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai 78 ekor unta.

Sementara itu, berat daging hewan kurban tidak kurang dari 14 Ton. Daging ini selanjutnya disalurkan kepada 14,000 kepala keluarga yang tersebar di Jalur Gaza.

“Hari Raya Qurban merupakan momen yang sangat dinantikan oleh warga Gaza yang hidup di bawah garis kemiskinan,” jelas Bang Onim. “Karena di hari Raya Qurban mereka dapat menikmati daging segar dan gratis, yang secara khusus berasal dari keluarga mereka di Indonesia,” tambahnya.

Langkah ini mendapat apresiasi besar dari warga Gaza, khususnya mereka yang menerima daging Qurban. “Paman, demi Allah, dalam sebulan belum tentu kami bisa menikmati lauk berupa ayam, apalagi daging...” tutur warga Gaza.

Tidak lupa pula mereka menyampaikan, “Salam dan terima kasih kepada saudara seiman kami di Indonesia, yang dengan hadiah terbaik mereka (daging Qurban), kami dapat menikmati daging segar dan gratis.”

Mengenai mekanisme pembagian daging Qurban, Bang Onim menjelaskan bahwa Qurban tahun ini didistribusikan kepada  fakir miskin, warga berkebutuhan khusus dan mereka yang membutuhkan. Pendistribusian dilakukan secara merata di wilayah Gaza seperti Gaza Selatan, Gaza Utara, Gaza Timur, Gaza City dan pesisir pantai Gaza.

“Dalam program Qurban ini, kami telah mempekerjakan 70 warga Gaza yang belum memiliki pekerjaan, di mana mereka bertugas mulai dari menyembelih hingga mendistribusikan daging Qurban selama empat hari, siang maupun malam,” imbuhnya.

Bang Onim menuturkan, jumlah daging Qurban tahun ini tidaklah setara (sangat sedikit) jika dibandingkan dengan jumlah umat Islam di Indonesia.

Minimnya jumlah Qurban dari Indonesia tersebut tidak  lepas dari bencana gempa bumi yang melanda Indonesia menjelang Idul Adha, serta mahalnya harga ternak di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Jika di negara lain, harga satu ekor hewan Qurban hanya 100 USD, namun di Palestina meningkat menjadi 350 USD. Hal ini merupakan dampak dari blokade atau pengepungan Israel atas wilayah Gaza, yang akhirnya mempengaruhi semua harga bahan pokok di pasaran, termasuk hewan Qurban.

Tingginya harga hewan Qurban menjadi hambatan baru terhadap penyaluran Qurban di Gaza. Meskipun demikian, penyaluran Qurban di Gaza tetap berjalan lancar dan berhasil didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Di akhir pernyataannya, Bang Onim menuturkan, “Saya mengapresiasi semangat, kerjas sama dan kepercayaan dalam penyaluran bantuan untuk Muslimin Palestina melalui berbagai program, terutama program Qurban Kasih Palestina 1439 H – 2018 M.”

Sekilas tentang Jalur Gaza, ‘penjara’ tersebesar di dunia

Jalur Gaza, sebuah wilayah dengan luas 367 KM persegi dan dihuni oleh 2,60.000 jiwa –di mana 80 % lebih hidup di bawah garis kemiskinan,- telah melalui masa 12 tahun dalam diblokade Yahudi Israel. Penderitaan Gaza menjadi semakin lengkap ketika 97 % kandungan air di Gaza ternyata tak layak untuk dikonsumsi.

WHO mengungkapkan, Gaza merupakan wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk nomor satu di dunia.

Masjid Al-Aqsha, warisan Islam yang masih dikuasai Yahudi

Gaza bukanlah satu-satunya masalah yang di hadapi di tanah para Nabi, Palestina. Adalah Masjid Al-Aqsha, juga telah menerima dampak pendudukan Israel yang telah berlangsung selama berpuluh tahun di wilayah tersebut. Dan demi mempertahankannya, tidak sedikit warga Palestina yang meregang nyawa akibat dibunuh oleh militer Israel.

(SPNA)

leave a reply
Posting terakhir
1.JPG

Muslimin Indonesia menghadiahi minibus untuk TK. Nurani Indonesia Kota Gaza Palestina

Gaza, SPNA - Jumlah anak yatim di Jalur Gaz tidak kurang dari 28 ribu jiwa. Mayoritas dari mereka kehilangan orang tua yang menjadi korban perang, akibat sakit atau mengidap penyakit akut seperti kanker dll. Krisis obat-obatan yang melanda Gaza, mengakibatkan tidak sedikit warga Gaza –yang menderita penyakit parah- harus dirawat di rumah sakit di luar Gasa. Sayangnya,