Ketua Parlemem Siswa UNRWA ajak negara Arab selamatkan masa depan siswa pengungsi Palestina

Cairo, SPNA - Dengan kepercayaan diri tinggi remaja Palestina , Ahmed Bakar mengajak Kementerian Luar Negeri Arab untuk membantu sekolah-sekolah Badan Bantuan dan Perkejaan PBB untuk Pengungsi Palestina ....

BY adminEdited Wed,12 Sep 2018,11:56 AM

Cairo, SPNA - Dengan kepercayaan diri tinggi remaja Palestina , Ahmed Bakar mengajak Kementerian Luar Negeri Arab untuk membantu sekolah-sekolah Badan Bantuan dan Perkejaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat, UNRWA.

Ketua Parlemen Siswa UNRWA di Yordania tersebut dalam waktu satu setengah menit berhasil membuat decak kagum para peserta Konferensi Menteri Luar Negeri Arab untuk mendukung UNRWA, seperti dilansir Ramallah News, Selasa (11/09/2018).

“Saya mewakili suara-suara dan harapan 526.000 siswa yang belajar di sekolah UNRWA di Yerusalem, Suriah, Lebanon, Tepi barat, Jalur Gaza dan Yordania ingin berterima kasih dari hati yang paling dalam atas dukungan anda terhadap sekolah kami.

“Namun hari ini saya mengajak anda semua untuk kembali membantu menjaga agar sekolah kami tidak ditutup. Saya membawa harapan siswa Palestina yang melihat pendidikan adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan mimpi mereka.”

“Bantu kami untuk mewujudkan harapan kami layaknya anak-anak lainnya di dunia,” serunya.

Bakar terpiih menjadi ketua Parlemen Siswa UNRWA di Yordania 2017 lalu, Ia kemudian menjadi anggota Parlemen Siswa UNRWA di seluruh Timur Tengah.

Saat ini lelaki 14 tahun tersebut berlajar di Kamp  pengungsi al-Buq’ah, Amman bagian Utara.

Akhir Agustus lalu, Pemerintah AS menyatakan secara resmi menghentikan aliran dana terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), yang diperkirakan mencapai 300 juta dolar per tahun.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan sangat hati-hati. “Setelah menimbang banyak hal  Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan donasinya terhadap UNRWA. ‘’

Pemerintah AS yang dipimpin Donald Trump dilaporkan juga berencana menghapus hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air dari meja perundingan antara Israel dan Palestina.

Hingga saat ini Washington hanya mengakui 500.000 pengungsi dari jumlah resmi yang mencapai 5 juta jiwa.

UNRWA didirikan pada tahun 1949 dan telah memberikan bantuan kepada lebih dari 3 juta pengungsi, baik di wilayah Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah.

(T.RS/S:Ramallah News)

leave a reply