Menikam 2 polisi Israel di Kota Tua, pemuda ini diganjar hukuman 35 tahun penjara

Yerusalem, SPNA - Seorang warga Palestina yang menikam dan melukai dua petugas polisi di Yerusalem pada tahun 2016 dijatuhi hukuman "berat dan luar biasa" berupa penjara selama 35 tahun dan didenda NIS 330.000 ($ 92,00) ....

BY adminEdited Thu,13 Sep 2018,10:40 AM

Yerusalem, SPNA - Seorang warga Palestina yang menikam dan melukai dua petugas polisi di Yerusalem pada tahun 2016 dijatuhi hukuman "berat dan luar biasa" berupa penjara selama 35 tahun dan didenda NIS 330.000 ($ 92,00) oleh Pengadilan Distrik Yerusalem pada hari Rabu (12/09/2018).

Ayman Kurd (21) dari Yerusalem Timur, telah menikam kedua petugas di dekat Gerbang Herodes ke Kota Tua Yerusalem pada 19 September 2016, dan melukai seorang polisi wanita berusia 38 tahun serta rekan prianya yang berusia 47 tahun.

Kurd didakwa dengan dua tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan membawa senjata terlarang.

Dalam keputusan mereka, para hakim mengatakan bahwa hukumannya berat dan luar biasa, tetapi “harus dilakukan, mengingat keadaan yang parah dan luar biasa yang dihasilkan dari perbuatan tersebut,” lapor Hadashot.

Mereka menulis, "Ideologi kerinduan untuk menjadi 'martir' dengan membunuh orang lain - yang mengubah kematian menjadi tujuan dan pembunuh menjadikannya sebagai orang suci dan pahlawan - adalah ideologi pembunuh."

Para hakim menambahkan bahwa serangan itu jelas direncanakan dan karena itu dia pantas mendapat hukuman maksimal.

"Dia telah merencanakan serangan dan melengkapi dirinya dengan pisau untuk digunakan sebagai senjata pembunuh," mereka menulis dalam penilaian mereka, "dan menunjukkan tekad dan kekejaman dalam niatnya untuk membunuh. Terdakwa mengikuti polisi, menyerang mereka dari belakang dan menusuk mereka ... sampai pisau itu terlepas. ”

Menurut dakwaan, sebelum melakukan serangan, Kurd menulis beberapa surat wasiat di ponselnya.

“Ibuku, hatiku, tolong jangan menangis dan jangan marah, doakan aku mati sebagai seorang syahid. Saya ingin Ibu dan (bibi) mengadakan perayaan untuk saya,” dakwaan itu mengutipnya seperti yang tertulis dalam salah satu surat wasiat Kurds. "Yakinlah bahwa saya tidak melakukan ini karena siapa pun, tetapi hanya karena keinginan saya."

Dalam wasiat lain, Kurd meminta ibu dan bibinya untuk memaafkannya atas serangan itu  "dan menguburkanku di pemakaman syuhada dekat saudaraku Ramzi."

Menurut surat dakwaan, Kurd tiba di Gerbang Damaskus pada pukul 7:15 pagi pada hari kejadian dan menempatkan dirinya di bangku yang ada di sana, mendengarkan ayat-ayat dari Al-Quran dan mencari target. Pada saat itu, dia juga menulis pesan perpisahan kepada ayahnya melalui Facebook.

(T.RA/S: Times of Israel)

leave a reply