Aljazair dan Maroko bersaing menjadi eksportir gas Eropa

Aljazair dan Maroko bersaing ketat untuk menjadi eksportir gas alam ke Eropa. Melalui wakil direktur perusahaan Sonatrach, Ahmed Amazigh, Rabu (12/09/2018), Aljazair mengumumkan investasi sebesar 280 juta USD (4,1 triliun rupiah) untuk membangun pipa baru demi menambah produksi gas yang akan diprioritaskan ke Eropa pada tahun 2020.

BY adminEdited Fri,14 Sep 2018,11:40 AM

Palsawa - Aljazair

Aljazair, SPNA – Aljazair dan Maroko bersaing ketat untuk menjadi eksportir gas alam ke Eropa. Melalui wakil direktur perusahaan Sonatrach, Ahmed Amazigh, Rabu (12/09/2018), Aljazair mengumumkan investasi sebesar 280 juta USD (4,1 triliun rupiah) untuk membangun pipa baru demi menambah produksi gas yang akan diprioritaskan ke Eropa pada tahun 2020.

Maroko menilai, lewat langkah tersebut Aljazair ingin menjadi pesaingnya di kancah Eropa. Terlebih pengumuman investasi tersebut disampaikan pihak Aljazair kepada situs Reuters beberapa saat setelah Maroko mengkonfirmasiuntuk memasarkan gasnya ke Eropabagian selatan pada tahun 2020, khususnya Spanyol dan Portugal.

Pakar ekonomi Aljazair, Kamal Si Muhammad mengatakan bahwa Maroko sebenarnya tidak memiliki gas. Mereka hanya ingin mengalirkan gas yang diambil dari Nigeria ke Eropa melalui Maroko.Berbeda dengan Aljazair yang sudah menjalin hubungan dagang sejak lama dengan Eropa.

Ia juga menyebutkan langkah untuk menghubungkan pipa gas dari Nigeria ke Maroko akan sangat sulit. Itu artinya Maroko harus menggali sepanjang setengah dari bagian utara benua Afrika. Ditambah lagi negara Eropa tidak mau bermain dengan kata perkiraan. Maroko saat ini hanya berbicara tentang gas yang akan ditemukan dalam dua tahun mendatang.

Di pihak lain, ahli ekonomi Maroko Rachid Lazarq mengatakan peluang negaranya justru lebih besar dari Aljazair. Maroko baru saja menandatangani kesepakatan dengan Nigeria untuk membangun pipa gas yang menghubungkan kedua negara.

Tidak hanya Nigeria, proyek tersebut juga akan menghubungkan negara Afrika lainnya seperti Benin, Togo, Ghana, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Guinea Bissau, Gambia, Senegal dan Mauritania. Dengan demikian Maroko nantinya akan menjadi pasar penghubung antara Afrika dan Eropa.

Rasyid juga menambahkan bahwa Maroko baru saja menemukan sumur gas raksasa yang akan menjadikannya sebagai negara eksportir gas terbesar ke Eropa.

Pakar ekonomi Maroko tersebut juga membeberkan bahwa Aljazair menolak ikut serta dalam proyek pipa gas Nigeria karena takut tersaingi. Sebenarnya Aljazair sudah lebih dahulu membangun hubungan dengan Nigeria akan tetapi mereka membatalkannya pada tahun 2002.

Maroko berani mengambil langkah besar tersebut berkat bantuan dana dari beberapa negara teluk seperti Arab Saudi, UEA dan Qatar.

(T.HN/S:Palsawa)

leave a reply