Nikki Haley: Palestina hanya menginginkan uang tunai namun enggan terlibat dalam perundingan damai

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada hari Rabu (12/09/2018) mengatakan bahwa penutupan kantor PLO di Washington dan pemotongan dana yang luas adalah tindakan yang dibenarkan terhadap Palestina.

BY adminEdited Fri,14 Sep 2018,12:43 PM

124 News - Washington

Washington, SPNA - Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada hari Rabu (12/09/2018) mengatakan bahwa penutupan kantor PLO di Washington dan pemotongan dana yang luas adalah tindakan yang dibenarkan terhadap Palestina. Menurut Haley, Palestina hanya meminta uang tunai dan menjelek-jelekkan Amerika Serikat, sementara di lain sisi menolak untuk terlibat dalam perundingan damai.

"Yang mereka lakukan hanyalah meminta bantuan uang, menjelek-jelekkan Amerika Serikat, tidak (mau) membahas kesepakatan damai - lalu untuk apa ada kantor PLO?" tuturnya dalam sebuah wawancara dengan Fox News. "Mengapa kita terus mendanai orang-orang Palestina?" tambahnya.

AS telah mengambil langkah-langkah untuk menghukum Palestina dalam beberapa pekan terakhir. Langkah tersebut dilakukan guna menekan Otoritas Palestina (PA) agar kembali ke meja perundingan dengan Israel, Termasuk langkah yang lain adalah menutup kantor delegasi PLO di Washington dan mengakhiri bantuan dana untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB, serta rumah sakit Yerusalem Timur.

Di saat Israel memuji langkah-langkah AS, para pemimpin Palestina menuduh pemerintahan Trump berusaha "melikuidasi" perjuangan mereka. Ditanya apakah Trump kemungkinan akan meyakinkan Palestina untuk terlibat dengan AS, Haley mengatakan itu "benar-benar tergantung pada Palestina".

Otoritas Palestina memutuskan semua hubungan diplomatik dengan AS menyusul keputusan kontroversial Trump pada bulan Desember yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi kedutaan Amerika ke kota itu. Sejak itu Palestina menjauhi peran Amerika Serikat sebagai mediator dalam proses perdamaian.

Tetapi Haley bersikeras bahwa rencana perdamaian itu terus berlanjut, meskipun PA dilecehkan, dan Palestina menjauhi memasuki pembicaraan damai dari Israel.

"Jika kepemimpinan Palestina bersedia berunding, secara otomatis Anda akan memiliki rencana perdamaian," ungkap Haley.

"Negosiasi akan terjadi...Tapi Palestina memiliki lebih banyak keuntungan daripada yang pernah dilakukan Israel,"katanya.

Ia pun menuturkan, "Kami akan terus berharap bahwa mereka melihat kesalahan dari apa yang telah mereka lakukan dan kembali ke meja perundingan. Dan kami akan menyambut mereka ketika mereka lakukan itu."

Pejabat Palestina telah menuduh bahwa pemerintahan Trump telah muncul dengan "tanpa substansi" dalam mencoba mengakhiri konflik Israel-Palestina yang telah berusia puluhan tahun, meskipun Presiden AS menyatakan keyakinannya dalam mengamankan apa yang dia sebut" kesepakatan akhir" tersebut.

(T.RA/S: 124 News)

leave a reply