Profesor Universitas Michigan tolak beri rekomendasi mahasiswa untuk lanjutkan studi ke Israel

Michigan, SPNA - Seorang profesor Universitas Michigan (UM) diserang setelah menolak untuk memberikan surat rekomendasi kepada seorang mahasiswa yang ingin.....

BY adminEdited Wed,19 Sep 2018,01:38 PM

Michigan, SPNA - Seorang profesor Universitas Michigan (UM) diserang setelah menolak untuk memberikan surat rekomendasi kepada seorang mahasiswa yang ingin belajar ke Israel- dan membela Palestina menjadi alasan atas tindakannnya tersebut, Michigan Daily melaporkan.

John Cheney-Lippold dari Departemen Kebudayaan Amerika mengatakan kepada media tersebut bahwa ia menolak memberikan surat kepada Abigail Ingber karena ia ingin “menolong” mereka yang didiskriminasi. 

 “Saya mengikuti seruan perwakilan masyarakat sipil Palestina untuk memboikot Israel dalam sebuah taktik yang sangat mirip dengan Afrika Selatan,” ungkap sang profesor kepada Daily. “Ide tersebut menunjukkan bahwa saya mendukung komunitas yang mengatur diri mereka sendiri dan meminta dukungan internasional untuk memperoleh kesamaa hak, kemerdekaan, dan mencegah pelanggaran terhadap hukum internasional.”

Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) sangat populer di berbagai perguruan tinggi. Tentu saja, Sophee Langerman – seorang aktivis BDS di UM- mengatakan kepada media tersebut bahwa ia mendukung keputusan Cheney-Lippold.

 “Saya yakin bahwa profesor 100 persen benar dalam penolakannya terhadap untuk memberikan surat rekomendasi sebagai dukungan atas gerakan BDS, ungkapnya.“ “Perjalanan menuju Israel bisa bermakna mendukung banyak pembunuhan dan penindasan tidak hanya pada rakyat Palestina, tapi juga Etiopia, Mizrahi, imigran Asia Timur, dan  komunitas minoritas non-kulit putih. BDS tidak bisa mendukung hal tersebut.”

Rick Fitzgerald, asisten wakil presiden UM untuk urusan publik, mengatakan kepada told Campus Reformit “mengecewakan bahwa anggota fakultas membiarkan keyakinan politik mereka membatasi dukungan untuk memberikan dukungan kepada siswa kami.” Ia menambahkan bahwa “kami akan melibatkan rekan-rekan fakultas kami dalam diskusi mendalam untuk menjelaskan bagaimana ekspresi nilai-nilai untuk tujuan bersama dimainkan dalam mendukung semua siswa.”

Cheney-Lippold mengatakan kepada Daily, ia menolak kaliam nahwa ia anti-Semitik dan mengatakan bahwa gerakan BDS bukanlah tentang rakyat Israel, tapi hanya terkait institusinya.

“Saya tidak punya niat buruk terhadap siswa, dan saya akan sangat bangka menulis surat rekomendasi untuk program pascasarjana atau belajar di luar negeri” tambahnya kepada media. “Ini hanyalah gagasan pripadi, dan dengan menolak menulis surat (rekomendasi) tersebut… saya mencoba untuk menjaga kata hati saya dan … saya percaya bahwa boikot adalah taktik yang bagus untuk meningkatkan hak asasi manusia... .”

(T.RA/S: The Blaze)

leave a reply
Posting terakhir