Lebih dari lima juta anak di Yaman berisiko kelaparan

Yaman, SPNA - Lebih dari lima juta anak-anak berada dalam risiko lelaparan di Yaman akibat perang berkelanjutan yang mengakibatkan harga makanan dan bahan bakar melambung tinggi di negara tersebut,....

BY adminEdited Thu,20 Sep 2018,10:16 AM

Yaman, SPNA - Lebih dari lima juta anak-anak berada dalam risiko lelaparan di Yaman akibat perang berkelanjutan yang mengakibatkan harga makanan dan bahan bakar melambung tinggi di negara tersebut, lembaga kemanusiaan Save the Children memperingatkan pada hari Rabu (19/09/2018).

Hambatan terhadap pasokan tersebut datang melalui kota pelabuhan Laut Merah Hodeidah yang bisa “menyebabkan penderitaan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” LSM yang berbasis di Inggris tersebut melaporkan.

Save the Children mengatakan bahwa ditambah lagi satu juta anak kini beresiko kelaparan sebab harga makanan dan transportasi meningkat, sehingga jumlahnya mencapai 5,2 juta.

Berbagai jenis penutupan pelabuhan “akan menempatkan kehidupan ratusan ribu anak-anak dalam bahaya sementara lebih dari jutaan lainnya dalam kelaparan,” tambah lembaga tersebut.

Kemiskinan di Yaman semakin meningkat dalam konflik yang melibatkan kelompk pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi sejak tahun 2014.

Koalisi Arab Saudi telah meluncurkan serangan sejak 2015 dalam sebuah tawaran untuk mendukung presiden. Setidaknya 10,000 orang telah terbunuh.

Benturan mematikan kembali terjadi di sekitar Houthi Hodeidah menyusul gaglnya pembicaraan di Geneva awal bulan ini.

 “Jutaan anak tidak tahu di mana dan apakah makanan berikutnya akan datang,” ungkap Helle Thorning-Schmidt, CEO Save the Children International.

 “Dalam sebuah rumah sakit yang saya kunjungi di utara Yaman, bayi-bayi yang sangat lemah menangis, tubuh mereka lelah akibat kelaparan.”

Diatambahkannya bahwa perang mengantarkan pada pembunuhan “semua generasi anak-anak Yaman yang menghadapi berbagai pertikaian, mulai dari bom, kelaparan yang dapat mengantarkan pada penyakit seperti kolera.”

PBB telah memperingatkan bahwa berbagai pertikaian di Hodeidah dapat menghentikan distribusi makanan kepada delapan juta penduduk Yaman yang bergantung pada bantuan tersebut untuk bertahan hidup.

Pekan lalu, Jameel al-Qirwi, seorang pedagang di Sanaa memperingatkan bahwa blokade di Hodeidah akan melanjutkan pengepungan di semua provinsi utara yang bergantung pada bantuan yang datang melalui pelabuhan kota.

Hodeidah adalah garis hidup untuk jutaan penduduk Yaman di seluruh negeri. Sekitar 70 persen bantuan kemanusiaan dan hampir semua stok makanan komersial untuk seluruh utara Yaman yang masuk melalui pelabukan kota Hodeidah dan Saleef, hanya untuk utara kota, menurut PBB.

Hodeidah juga berada dalam ancaman kekurangan makanan, yang akan berdampak di wilayah utara.

Bantuan makanan di Hodeidah memeasok makanan untuk jutaan orang. Kami sangat khawatir mengenai makanan di Laut Merah, yang saat ini memiliki 45,000 metric ton makanan, cukup untuk memenuhi kebutuhan 3,5 juta orang dalam sebulan. Jika makanan tersebut rusak, risiko kemanusiaan tidak dapat terhitung,” koordinasi kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, mengungkapkan pekan lalu.

 “Begitu banyak yang telah dihancurkan. Dalam enam pekan terakhir saja,  pertanian, peternakan, bisnis, jalan, fasilitas air dan pabrik tepung telah hancur.”

(T.RA/S: MEE)

leave a reply