Opini: Donald Trump dan kedok agenda Israel

Yerusalem, SPNA - Trump dalam sidang Majelis Umum PBB di New York menegaskan akan 100% mendukung Israel, disaat yang sama Ia ...

BY adminEdited Wed,03 Oct 2018,01:14 PM

Dr. Mustafa al-Barghouti

Sekjen Gerakan Inisitaif Nasional Palestina

Yerusalem, SPNA - Trump dalam sidang Majelis Umum PBB di New York menegaskan akan 100% mendukung Israel, disaat yang sama Ia juga mengatakan ‘’tertarik’’ dengan solusi dua Negara.

Disaat yang sama, Presiden AS dari partai Republik tersebut juga  menyatakan bangga telah merelokasi kedubes AS ke kota suci Yerusalem, memutuskan bantuan kemanusiaan untuk UNRWA dan menghapus hak pengungsi Palestina.

Sementara Netanyahu dalam sidang Majelis Umum PBB juga menegaskan  tidak akan membiarkan Palestina memiliki otoritas penuh di wilayahnya.

Hal ini disampaikan Perdana Menteri Israel tersebut setelah parlemen Israel, Knesset bulan lalu meresmikan undang-undang apartheid yang dikenal ‘’UU Negara Kebangsaan Israel. ‘’

Tidak ada respon negatif dari pihak Amerika Serikat, padahal setelah UU tersebut diresmikan, pemerintah Israel menurunkan perintah untuk meratakan desa Khan Al-Ahmar di Yerusalem Timur dengan tanah untuk memperluas hunian ilegal.

Ini artinya ada upaya-upaya untuk mendistorsi solusi dua Negara (Israel dan Palestina) melalui ‘’Deal of Century AS’’ serta menjadikan Palestina negara terkucilkan tanpa Yerusalem dan kuasa  bahkan tidak memiiki kendali atas sumberdaya alam. Negara Palestina yang terjajah tanpa pengakuan terhadap hak-hak pengungsi.

Hal ini juga merupakan konspirasi untuk mencaplok seluruh wilayah Tepi Barat menjadi wilayah Yahudi, seperti yang terjadi tahun 1948 silam, serta memisahkan Tepi barat dan Jalur Gaza secara total

UU kebangsaan Yahudi, menyatakan bahwa wilayah Palestina yang diduduki Israel adalah tanah air bangsa Yahudi dan hanya mereka yang berhak menentukan nasib wilayah tersebut.

Selain itu, Knesset menghapus bahasa Arab sebagai bahasa resmi serta menetapkan kota suci Yerusalem sebagai ibukota Israel bersatu.

UU tersebut sama sekali tidak menentukan tapal batas Israel bahkan menegaskan bahwa permukiman ilegal yang ditentang PBB adalah ‘’kehormatan bangsa Yahudi’’ yang harus didudukung penuh.

Disaat yang sama mereka masih menyematkan nama Yudea dan Samaria untuk wilayah Tepi Barat.

Permukiman ilegal bukanlah omong kosong dan benar-benar dibangun di wilayah Tepi barat termasuk Yerusalem.

UU kebangsaan Yahudi menunjukkan satu hal yaitu: ‘’Pencaplokan wilayah Tepi Barat ke wilayah Israel serta Yahudisasi  di wilayah tersebut serta  melegalisasi permukiman Yahudi. ‘’

Inilah solusi dua negara yang disampaikan Donald Trump yang merupakan ‘’cover’’ dan abu menyamarkan agenda-agenda Netanyahu dari sorotan publik serta bertujuan menghilangkan otoritas Palestina.

Agenda Israel tersebut akan menjadi api yang akan menyulut konfrontasi baru antara bangsa Palestina dan zionis Israel.

Karena itu tidak perlu bermimpi untuk melakukan negosiasi dan perjanjian dengan negara seperti Israel. Selamam mereka masih menerapkan sistem apartheid, maka Palestina harus segera menyatukan barisan untuk melakukan perlawanan.

Palestina juga harus menyampaikan fakta sebenarnya yang terjadi dilapangan yang diselewengkan Netanyahu serta pendukungnya.

Untuk saat ini tidak ada solusi lain kecuali menggagalkan sistem apartheid yang diberlakukan Israel terhadap Palestina, dan ini tidak terwujud kecuali melalui strategi yang fokus menyatukan barisan Palestina.

(T.RS/S:alarab.com)

leave a reply
Posting terakhir