Laporan: Ibu seorang tawanan Palestina meninggal sebelum bertemu putranya

Bethlehem, SPNA - Muhamad tidak menyangka bahwa malam pengangkapannya merupakan saat terakhir baginya untuk mencium dan memohon restu dari ibunya, ...

BY adminEdited Sat,06 Oct 2018,10:21 AM

Bethlehem, SPNA - Muhamad tidak menyangka bahwa malam pengangkapannya merupakan saat terakhir baginya untuk mencium dan memohon restu dari ibunya, Ummu Mahmoud Al-Barbari.

Setahun pasca penangkapannya, Ummu Mahmoud, warga kamp pengungsi Al-Ezza di Bethlehem, meninggal dunia, setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakitnya.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Pusat Informasi Palestina, Ummu Mahmoud menyatakan harapan akan kebebasan putranya, Mohammed, yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Ia menuturkan harapan agar putranya bisa menjadi satu dari sekian tahanan yang dibebaskan dalam pertukaran tahanan berikutnya.

"Mohammed berjanji padaku, segera setelah hakim pengadilan Israel memvonisnya 15 tahun penjara, bahwa dia tidak akan menghabiskan masa hukumannya di dalam penjara dan bahwa dia akan keluar," kata Ummu Mahmoud. “Semangatnya tinggi, dan dia tidak peduli dengan pekerjaan. Dia membangkitkan semangat kami dan meyakinkan kami bahwa pendudukan pasti akan berakhir,” katanya.

Dua tahun sebelumnya, Mohammad pun telah mengalami penangkapan, setelah menembaki kendaraan pemukim, sebagai pembalasan atas kesyahidan Hadeel al-Hashlamoun, yang dieksekusi di sebuah pos pemeriksaan militer di Hebron pada tahun 2015.

Mohammad ditangkap pada Mei 2016 karena terlibat dalam persiapan pembom yang dilakukan oleh Abdul Hamid Abu Sorour, bersama dengan sel Qasimiya, bersama tahanan Said Hermas, Ahmad al-Mashaykh, Muhammad Sami, Muhammad Majdi dan Ali al-Arouj .

Sang ibu mengatakan dalam wawancara sebelumnya, “Keluarga terkejut dengan penangkapannya dan lebih terkejut dengan tuduhan terhadapnya, karena dia pendiam dan tidak menunjukkan tanda-tanda terlibat dalam kerja perlawanan. ”

Dia menunjukkan bahwa dia memiliki pekerjaan di kamp pengungsi yang berdekatan, dan meskipun ia cinta terhadap tanah airnya, keluarga tidak membayangkan bahwa ia mungkin berpartisipasi dalam sel militer. Petugas intelijen Israel di wilayah itu mengatakan kepadanya saat interogasi bahwa pergerakan putranya berada dalam pengawasan karena ia adalah mantan tahanan. Petugas intelijen, mengatakan bahwa dia terkejut ketika mengetahui bahwa Muhammad adalah anggota dalam sel tersebut, Ummu Mahmoud menambahkan.

Ummu Mahmoud -Najah Abu Sorour- ibu dari tahanan Mohammed Al-Barbari, meninggal pada tanggal 4 September, setelah menderita stroke dan mengalami koma selama beberapa hari.

(T.RA/S: PIC)

leave a reply