Mesir ancam menarik diri dari mediasi perdamiaan Palestina

Kairo, SPNA - Media Israel hari ini (Minggu, 07/10/2018) memberitakan bahwa Mesir ....

BY adminEdited Sun,07 Oct 2018,12:17 PM

Kairo, SPNA - Media Israel hari ini (Minggu, 07/10/2018) memberitakan bahwa Mesir mengancama akan menarik diri dari mediasi perdamiaan Palestina.

Surat kabar ‘Israel Hayom’ menuliskan, “Kondisi yang semakin rumit di perbatasan Gaza membuat Intelijen Mesir meninjau kembali tawaran mediasi perdamaian mereka kepada Palestina.”

Media tersebut menambahkan, Pada pertemuan minggu lalu, Mesir telah menyampaikan kepada masing-masing dari utusan Hamas dan Fatah, bahwa mereka akan meninjau kembali tawaran mediasi mereka, jika usaha yang telah dijalankan selama ini tidak memberikan hasil.

Seorang pejabat keamanan senior Mesir memberikan konfirmasi kepada “Israel Hayom’, “Jika Mesir menarik diri, kemungkinan besar akan terjadi perang yang tidak bisa dihindari. Karena Hamas akan berusaha menekan balik di perbatasan Gaza-Israel.”

Mesir menawarkan diri sebagai penengah dalam konflik ganda yang berlangsung di Palestina, konflik internal antara Hamas-Fatah dan eksternal dengan Israel.

Pada hari Jumat (05/08) militer Israel telah memutuskan untuk memperkuat militernya di area perbatasan Gaza.

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan, “Israel dalam beberapa hari ke depan akan meningkatkan pengawasan di wilayah Komando Selatan, untuk menghalangi aksi ‘terorisme’ dan menangkap setiap penyusup yang ingin masuk ke Israel.

Komando Selatan merupakan kepemimpinan regional militer Israel berpusat di Beersheba, bertanggung jawab mengatur posko militer Israel yang berada di Gaza, Negev, Wadi Arabah dan Eilat.

Adraee mengklaim bahwa militer Israel siap meladeni berbagai skenario perang dengan Gaza. Ia juga mengatakan bahwa Hamas akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang akan terjadi nantinya.

(T.HN/S:Samanews)

leave a reply
Posting terakhir

Afrika Selatan akan segera menarik Duta Besarnya dari Israel

Pemerintah Afrika Selatan, Senin (14/05/2018), mengecam keras agresi kekerasan yang dilancarkan pasukan bersenjata Israel di sepanjang perbatasan Gaza, yang telah menyebabkan kematian 52 pengunjuk rasa damai, yang memprotes peresmian kedutaan AS di Yerusalem.