Militer Israel blokade Tulkarm demi mencari pelaku pembunuhan dua warga Israel

Tulkarm, SPNA - Militer Israel, Pagi tadi (Senin, 08/10/2018) memperkuat pemeriksaan di seluruh akses menuju Tulkarm, Tepi Barat, dalam usaha mencari pelaku ....

BY adminEdited Mon,08 Oct 2018,01:30 PM

Tulkarm, SPNA - Militer Israel, Pagi tadi (Senin, 08/10/2018) memperkuat pemeriksaan di seluruh akses menuju Tulkarm, Tepi Barat, dalam usaha mencari pelaku pembunuhan terhadap dua warga Israel di Permukiman Ariel. Pelaku adalah seorang pemuda Palestina yang berasal dari Tulkarm.

Media lokal Palestina memberitakan, kepolisian Israel memeriksa setiap kendaraan yang masuk atau keluar Tulkarm. Selain itu militer Israel juga melarang petani untuk mendatangi kebun-kebun Zaitun mereka.

Sejak kemarin, pasca insiden penembakan, militer Israel langsung menyebarkan pasukannya melakukan penyisiran diseluruh wilayah Tulkarm.

Militer Israel subuh tadi juga melakukan penangkapan terhadap 19 warga Palestina Tepi Barat. Salah satunya adalah saudara kandung perempuan dari pelaku penembakan. Otoritas Israel juga meminta Pemerintah Palestina untuk mengutuk aksi penembakan tersebut.

Seperti diberitakan situs ‘Samanews’ seorang pria bersenjata kemarin (Minggu, 07/10/2018) menyerang tiga warga Yahudi Israel dari jarak dekat di permukiman Ariel, berdekatan dengan Selfit, Tepi barat.

Dalam serangan tersebut dua orang dikabarkan meninggal dan satunya mengalami luka parah, tulis situs 0404 Israel.

Medai Israel lainnya memberitakan pelaku adalah seorang pemuda Palestina (23 tahun) yang berasal dari Syuwaikah, Barat Tulkarm. Ia berhasil melarikan diri setelah melakukan penyerangan. Militer Israel langsung bergerak melakukan pengejaran.

Insiden terjadi pada jam setengah delapan pagi ketika ia mendatangi pabrik tempat ia bekerja. Di sanalah ia mengeluarkan senapan  M16-nya dan menyerang pekerja yang ada.

Channel 13 Israel seperti dikutip oleh situs ‘alrai.com’ menyebutkan, kepolisian Israel memperkirakan bahwa serangan tersebut merupakan aksi balas dendam.

(T.HN/S:Palinfo)

leave a reply