Utusan AS: Rencana perdamaian Trump fokus pada peningkatan keamanan Israel

Washington, SPNA - Salah seorang pejabat AS yang bertugas menyusun cetak biru perdamaian Israel-Palestina mengatakan, rencana ini akan sangat mencerminkan komitmen ....

BY adminEdited Tue,09 Oct 2018,12:17 PM

Washington, SPNA - Salah seorang pejabat AS yang bertugas menyusun cetak biru perdamaian Israel-Palestina mengatakan, rencana ini akan sangat mencerminkan komitmen Washington terhadap keamanan Israel dan juga akan mengatasi kekhawatiran Palestina.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Senin (08/10/2018) oleh situs berita Inggris Times-Israel, utusan khusus kepresidenan, Jason Greenblatt mengatakan rencana itu akan "sangat terfokus pada kebutuhan keamanan Israel".

"Tetapi kami juga ingin bersikap adil terhadap Palestina. Kami telah berusaha keras untuk menemukan keseimbangan yang baik," tambahnya.

"Setiap pihak akan menemukan hal-hal yang tidak mereka sukai dalam rencana ini."

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada bulan September bahwa ia akan mengungkap rencana perdamaian baru dalam beberapa bulan kedepan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Trump bias terhadap Israel dan tampak mengejek program perdamaian yang berkembang sebagai "kesepakatan abad ini".

Abbas khususnya, mengkritik keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, perintahnya untuk menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina di Washington dan memotong pendanaan bantuan, termasuk ke badan PBB yang mendukung jutaan pengungsi Palestina.

Rencana perdamaian, Greenblatt mengatakan, "akan mencakup resolusi untuk semua masalah inti, termasuk masalah pengungsi".

Dia mengatakan bahwa rencana itu tidak akan mengusulkan konfederasi Palestina-Yordania sebagai solusi yang mungkin.

"Kami tidak melihat model konfederasi," kata Greenblatt dalam wawancara hari Senin.

Pengakhiran pendudukan Israel dan negara mandiri yang berdaulat merupakan inti dari tuntutan Palestina.

Pihak Isreal mengatakan bahwa rencana itu harus mempertahankan penyangga keamanan antara Tepi Barat dan negara tetangga Yordania.

Menurut aktivis Israel yang bertemu dengan Abbas pada bulan September, pemimpin Palestina itu mengatakan, ia telah memberi tahu Greenblatt dan Kushner bahwa dia hanya akan tertarik dengan konfederasi jika Israel bergabung.

Jawabannya dilihat sebagai cara untuk melumpuhkan proposal karena Israel kemungkinan besar tidak akan setuju.

(T.RA/S: Alaraby)

leave a reply