UNRWA mencela Israel atas rencana penutupan kantor lembaga tersebut di Yerusalem Timur

Amman, SPNA - Badan pengungsi PBB UNRWA pada hari Selasa (09/10/2018) mencela rencana Israel untuk menutup kantor lembaga tersebut di Yerusalem Timur ....

BY adminEdited Wed,10 Oct 2018,11:17 AM

Amman, SPNA - Badan pengungsi PBB UNRWA pada hari Selasa (09/10/2018) mencela rencana Israel untuk menutup kantor lembaga tersebut di Yerusalem Timur yang diduduki sebagai hal "yang tidak bertanggung jawab".

"UNRWA melakukan pekerjaannya sesuai kerangka Piagam PBB dan perjanjian bilateral serta multilateral yang masih berlaku dan juga resolusi yang relevan dari Majelis Umum PBB," kata juru bicara UNRWA Christopher Gunness mengatakan kepada kantor berita Yordania, Petra.

Ia mengatakan, badan pengungsi tersebut telah diberi wewenang oleh PBB untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada para pengungsi Palestina di wilayah-wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur.

"Pesan seperti itu (yang dikeluarkan oleh) oleh tokoh-tokoh terpilih di Israel adalah hal yang tidak bertanggung jawab dan sangat serius," katanya.

Pekan lalu, walikota Yerusalem Israel mengumumkan rencana untuk menghapus badan PBB itu dari kota yang diduduki.

Menurut Channel 2 Israel, keputusan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini untuk mengakhiri bantuan keuangan kepada UNRWA telah mendorong Israel untuk bergerak.

Penyiar mengatakan bahwa langkah Israel direncanakan dalam koordinasi dengan pemerintah AS dan akan segera disajikan kepada pemerintah Israel untuk mendapatkan persetujuan.

Pada bulan September, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Washington "tidak akan lagi melakukan pendanaan" untuk UNRWA.

AS telah menjadi penyumbang terbesar bagi UNRWA sejauh ini, dengan menyediakan bantuan sebersar $ 350 juta setiap tahun - kira-kira seperempat dari keseluruhan anggaran lembaga itu.

Didirikan pada tahun 1949, UNRWA memberikan bantuan penting bagi para pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diblokade, Tepi Barat yang diduduki Israel, Yordania, Libanon dan Suriah.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply