Kabinet Israel bahas arah kebijakannya di Gaza

Gaza, SPNA - Kabinet Israel, hari ini (Rabu, 10/10/2018), diberitakan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas arah kebijakan mereka terkait kondisi Gaza ....

BY adminEdited Wed,10 Oct 2018,11:45 AM

Gaza, SPNA - Kabinet Israel, hari ini (Rabu, 10/10/2018), diberitakan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas arah kebijakan mereka terkait kondisi Gaza yang kian memanas.

Situs berita ‘Walla’ menuliskan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kemarin (Selasa, 09/10) mengatakan bahwa pemerintahannya berusaha mencari solusi untuk menciptakan kondisi damai. Ia mengatakan kita tidak perlu berperang untuk kondisi yang tidak urgen.

“Kami berusaha untuk mengembalikan kenyamanan kepada warga Yahudi yang tinggal di Permukiman (ilegal) di dekat perbatasan Gaza. Orang-orang Palestina tidak tau akibat yang dapat mereka timbulkan (dengan menciptakan keributan di perbatasan), mereka akan membayar dengan harga yang mahal.” Kata Netanyahu.

Surat kabar ‘Yedioth Ahronoth’, kemarin mengabarkan beberapa pemuda Palestina berhasil mendekati area terlarang di dakat pagar perbatasan Israel-Gaza.

Seorang analis di surat kabar tersebut, Yossi Yehoshua, mengatakan, “Seharusnya terdapat 300 meter area terlarang di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel. Namun daerah tersebut sudah dikuasai oleh pemuda-pemuda Gaza dalam beberapa aksi mereka.”

Ia memperingatkan, apabila militer tidak sanggup menjauhkan pemuda Palestina dari area tersebut, bersiaplah untuk melihat pemuda Palestina masuk ke permukiman (ilegal Yahudi).

Pada akhir bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman juga menyampaikan kekhawatiran yang sama terkait aksi warga Palestina Gaza di perbatasan. Ia mengatakan, ““Saya tidak ambil pusing dengan berdirinya negara Palestina, yang saya khawatirkan adalah bagaimana negara Yahudi ini dapat hidup dengan aman.”

Sejak akhir Maret lalu, warga Palestina melakukan berbagai kegiatan aksi unjuk rasa di perbatasan Gaza. Mereka menuntut kembali ke tanah yang dicaplok Israel pada tahun 1948, dan meminta penghapusan blokade Israel yang sudah berlangsung sejak 12 tahun silam.

Domonstrasi warga ini disambut aksi brutal militer Israel. Mereka menyerang warga dengan menggunakan pesawat tempur, peluru hidup dan bom gas air mata.

(T.HN/S:Qudspress)

leave a reply