Oman: Saatnya Israel diperlakukan sebagaimana negara lain

Bahrain, SPNA - Oman, Sabtu (27/10/2018), menggambarkan Israel sebagai negara Timur Tengah yang diterima.....

BY adminEdited Mon,29 Oct 2018,11:12 AM

Bahrain, SPNA - Oman, Sabtu (27/10/2018), menggambarkan Israel sebagai negara Timur Tengah yang diterima. Ini terjadi sehari setelah menjadi tuan rumah kunjungan kejutan oleh perdana menteri yang mengatakan bahwa Washington dapat membantu upaya perdamaian regional.

Oman menawarkan gagasan untuk membantu Israel dan Palestina untuk bersatu tetapi tidak bertindak sebagai mediator, Yousuf bin Alawi bin Abdullah, menteri kesultanan yang bertanggung jawab untuk urusan luar negeri, mengatakan dalam sebuah pertemuan keamanan di Bahrain.

"Israel adalah negara yang hadir di wilayah ini, dan kita semua memahami ini," kata bin Alawi.

Mungkin sudah waktunya bagi Israel untuk diperlakukan sama (sebagaimana negara-negara lain) dan juga menanggung kewajiban yang sama.

Pernyataan ini keluar pasca kunjungan langka Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu ke Oman yang datang beberapa hari setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas kunjungan tiga hari ke negara Teluk itu. Kedua pemimpin bertemu dengan Sultan Qaboos dari Oman.

"Kami tidak mengatakan bahwa jalan sekarang mudah dan indah, tetapi prioritas kami adalah mengakhiri konflik dan pindah ke dunia baru," kata bin Alawi pada KTT itu.

Oman mengandalkan Amerika Serikat dan upaya oleh Presiden Donald Trump dalam bekerja menuju "kesepakatan abad ini", tambahnya.

Menteri luar negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa menyuarakan dukungan untuk Oman atas perannya sulit dalam upaya untuk mengamankan perdamaian Israel-Palestina, sementara menteri luar negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan percaya kunci untuk normalisasi hubungan dengan Israel adalah proses perdamaian.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply