Israel izinkan bantuan Qatar masuk ke Gaza

Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, Kamis (01/11/2018), mengumumkan persetujuan Israel untuk memasok bantuan Qatar ke Gaza untuk membayar gaji para pegawai Gaza.

BY adminEdited Fri,02 Nov 2018,10:31 AM

Palsawa - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA – Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, Kamis (01/11/2018), mengumumkan persetujuan Israel untuk memasok bantuan Qatar ke Gaza untuk membayar gaji para pegawai Gaza.

Sebuah stasiun radio Israel dalam status Twitter-nya menuliskan pernyataan yang sampaikan oleh Ayelet Shaked tersebut. Selain bantuan gaji pegawai, Israel menurut sumber yang sama juga mengizinkan pemasokan bantuan BBM Qatar untuk menghidupkan pembangkit listrik Gaza.

Menurut radio tersebut pemerintah Israel sama sekali tidak ingin menahan bantuan Qatar.

Media lainnya menyebutkan terdapat negosiasi alot yang dilakukan oleh beberapa negara dunia untuk memasok bantuan Qatar ke Gaza.

Beberapa hari lalu Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan ia menentang keras permintaan pengiriman bantuan Qatar ke Gaza selama masih dikuasai oleh Hamas.

Dalam sebuah wawancara di salah satu radio militer Israel, saya menentang negosiasi dengan Hamas dan menentang pengiriman bantuan Qatar ke Gaza.

Menurut Lieberman bantuan BBM Qatar akan digunakan untuk menyerang Israel. Beberapa sumber menyebutkan Netanyahu mengadakan sebuah pertemuan untuk membahas pengiriman bantuan Qatar ke Gaza.

Salah satu stasiun TV Israel, pekan lalu, juga memberitakan bahwa Hamas mengirim pesan kepada pemerintah Israel, memaksa Israel untuk mengizinkan pengiriman bantuan Qatar sebesar 15 juta dolar setiap bulannya. Sebagai imbalan Hamas akan menghentikan gelombang demonstrasi di perbatasan Gaza-Israel.

Pesan yang dikirim pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, melalui perantara Mesir menyebutkan, “Jika bantuan Qatar tidak diteruskan ke Gaza sampai hari Kamis depan, Hamas akan melakukan serangan militer.”

Bantuan Qatar tersebut ditujukan untuk membayar gaji pekerja Gaza yang tidak dibayar oleh pemerintah Palestina di Tepi Barat.

Media Israel “Channel 12” menyebutkan pihak Israel sedang mempelajari pesan tersebut dan belum memberikan jawabannya.

Peringatan Hamas tersebut disampaikan pasca serangan roket ke Permukiman ilegal Yahudi pada Jumat sore (26/10/2018).

(T.HN/S:Palsawa)

leave a reply