Jelang gencatan senjata, pemerintah Israel masih tak izinkan masuk 200 bahan baku industri

Jalur Gaza, SPNA - Jamal al-Khudari mengatakan bahwa Israel melarang masuk 200 ......

BY adminEdited Tue,06 Nov 2018,10:26 AM

Jalur Gaza, SPNA - Jamal al-Khudari mengatakan bahwa Israel melarang masuk 200 bahan baku industri dan perdagangan untuk Jalur Gaza.

Ketua Komite Rakyat anti Blokade Israel tersebut mengatakan, mengizinkan masuk bahan baku industri merupakan syarat utama untuk memulihkan ekonomi Gaza yang sudah hancur akibat blokade 11 tahun terakhir.

Dia menjelaskan bahwa 200 bahan baku industri tersebut masih tertahan di gerbang Karem Abu Salim. Akibatnya hal ini melumpuhkan sektor ekonomi serta menambah jumlah pengangguran di Gaza.

“85% pabrik tutup buku akibat blokade yang merugikan sektor industri Gaza hingga  50 juta Dolar perbulan. Hal  ini melumpuhkan perekonomian di Gaza serta mempengerahui pendapatan warga,‘’ terangnya. 

Ia menambahkan bahwa setiap langkah untuk memulihkan sektor ekonomi Gaza harus menjamin kelancaran ekspor dan impo tanpa hambatan dari pihak Israel.

Khudari juga menyerukan dunia internasional untuk membuka lapangan kerja bagi sarjana Gaza.

“Hingga saat ini, 250.000 warga Gaza pengangguran dari jumlah populasi yang mencapai 2 juta jiwa.”

Menurutnya Jalur Gaza membutuhkan anggaran minimal 25 juta Dolar perbulan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi 50.000 orang sebagai langkah pertama untuk menumbuhkan kembali sektor perekonomian.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.

Selain itu, Pemerintah AS bulan lalu juga menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Situasi sulit ini memaksa warga Gaza menggelar aski masal “Great March of Return”, menuntut Israel untuk menghapus blokade yang membuat warga Gaza sengsara serta memulangkan pengungsi Palestina ke tanah air.

Puluhan ribu warga Palestina yang tidak bersenjata dilaporkan berkumpul di perbatasan Gaza untuk menerobos pagar pembatas dan menembakkan layangan dan balon pembakar.

Sementara itu pasukan Israel menembaki para demonstran, wartawan dan tim medis secara membabi buta.

Serangan dan tindak kekerasan pasukan pertahanan Israel (IDF) terhadap warga Gaza sejak 30 Maret silam hingga saat ini diperkirakan menelan 210 korban jiwa.

Hingga saat ini ucaha gencatan senjata antara Gaza dan Israel masih terus dilakukan oleh pemerintah Mesir.

(T.RS/S:SamaNews)

leave a reply