Turki menentang sanksi Amerika terhadap Iran, tapi minta “diistimewakan”

Abu Dhabi, SPNA - Hukuman terbaru Amerika terhadap Iran mengundang kritikan .....

BY adminEdited Wed,07 Nov 2018,09:44 AM

Abu Dhabi, SPNA - Hukuman terbaru Amerika terhadap Iran mengundang kritikan dan kecaman dari negara-negara Islam, salah satunya Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, Selasa (06/11/2018), mengatakan Turki tidak akan menuruti permintaan Amerika untuk mengucilkan Iran dari pasar dunia. Erdogan mengatakan hukuman AS kepada Iran mengganggu keseimbangan dunia.

Sanksi tahap kedua Amerika mulai diterapkan minggu ini. Amerika menargetkan sektor minyak bumi Iran dan sumber keuangan vital negara lainnya.

Pernyataan Erdogan ini sedikit bertentangan dengan apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, ia membenarkan bahwa negaranya sudah mengajukan permintaan pengecualian kepada Amerika.

Amerika memberikan keistimewaan dan pengecualian kepada beberapa negara untuk tetap menjalin hubungan komersial dengan Iran. Hal tersebut dilakukan agar nilai minyak di pasar dunia tidak melonjak naik.

Ada juga yang berpendapat bahwa pengecualiaan tersebut merupakan kesempatan yang diberikan kepada Iran untuk mengubah pendiriannya. Jepang dan Turki adalah dua di antara delapan negara yang mendapatkan pengecualiaan tersebut.

Dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di sela kunjungannya ke Jepang, Cavusoglu mengatakan, “Meskipun kita telah meminta pengecualian dari Amerika, namun kita dengan berani mengatakan bahwa mengucilkan Iran bukanlah keputusan yang bijak. Sanksi tersebut akan berefek kepada warga yang tidak bersalah.”

Sanksi Amerika serikat ini merupakan yang kedua kalinya dalam tahun ini. Hukuman pertama diberlakukan pada Agustus lalu, tiga bulan setelah Amerika keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani pada tahun 2015.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan bahwa negaranya dengan bangga menyambut sanksi dari Amerika.

Washington mengancam akan terus menekan Iran sampai mereka mau mengubah sikapnya yang mengganggu keamanan Timur Tengah.

(T.HN/S:Skynewsarabia)

leave a reply