4 warga Palestina gugur dan 5 lainnya luka-luka dalam serangan roket Israel di Gaza

Jalur Gaza, SPNA - 4 warga Gaza dilaporkan gugur sementara 15 lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel, Senin malam (12/11/2018) ...

BY adminEdited Tue,13 Nov 2018,11:39 AM

Jalur Gaza, SPNA - 4 warga Gaza dilaporkan gugur sementara 15 lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel, Senin malam (12/11/2018) di Jalur Gaza.

Pesawat tempur Israel dilaporkan melakukan serangan udara ke lokasi Hamas di wilayah utara dan selatan Gaza hingga menjelang dini hari.

Serangan tersebut menewaskan 4 warga dan merusak 8 bangunan.

Situs berita Israel melaporkan bahwa angkatan udara IDF telah melepaskan roket ke 100 titik di Gaza, salah satunya adalah bangunan badan intelejen Hamas.

Juru bicara militer Israel (IDF) menegaskan bahwa serangan di Gaza adalah balasan terhadap roket Hamas yang menghancurkan permukiman Israel di sebelah Gaza.

Sementara itu pejuang Gaza dilaporkan menghujani wilayah yang diduduki Israel dengan roket. Seragan tersebut menewaskan 2 warga Israel dilaporkan tewas sementara 70 lainnya luka-luka.

Situasi di Gaza semakin tegang pasca operasi rahasia membunuh panglima Hamas, Qassam Noor, di Masjid Ismail Abu Shanab. Operasi tersebut berujung kontak senjata yang menewaskan satu perwira Israel dan melukai lainnya.

Sejak Senin, (12/11/2018) dini hari hingga saat ini, Pejuang Palestina di Jalur Gaza melepaskan roket ke wilayah yang diduduki Israel di sekitar Gaza untuk membalas pembunuhan petinggi Hamas dan 6 warga Palestina yang gugur di tangan IDF.  

Faksi perlawanan pagi ini juga menegaskan akan memperluas sasaran roket di wilayah yang diduduki Israel, hingga ke wilayah Ashkelon,  Bir Sabu’ dan Ashdoud.

Berdasarkan keterangan IDF, Hamas, Jihad Islam dan faksi perlawanan Gaza telah melepas 370 roket ke wilayah yang diduduki Israel. Dari Jumlah tersebut hanya 100 yang mampu ditangkis sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.

Di masa itu, Gaza hancur lebur akibat 3 perang besar tahun 2009, 2012 serta 2014 yang melumpuhkan seluruh sektor kehidupan di Gaza termasuk pertanian. 

Situasi ini diperparah setelah Pemerintah AS bulan lalu menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Situasi sulit ini memaksa warga Gaza menggelar aski masal “Great March of Return”, menuntut Israel untuk menghapus blokade yang membuat warga Gaza sengsara serta memulangkan pengungsi Palestina ke tanah air.

Serangan dan tindak kekerasan pasukan pertahanan Israel (IDF) terhadap warga Gaza sejak 30 Maret silam hingga saat ini diperkirakan menelan lebih dari 200 lebih korban jiwa.

Sebelumnya, pemerintah Mesir berupaya membujuk Israel dan Gaza untuk melakukan negosiasi damai. Namun upaya ini gagal Israel melakukan operasi pembunuhan petinggi Hamas kemarin.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply