Menteri Israel: Kita harus sediakan 500 peti mayat untuk menyerang Gaza

Menteri Kerjasama Regional Israel, Tzachi Hanegbi, memberikan dukungannya kepada pemerintah Israel atas kebijakan gencatan senjata dengan pejuang Palestina.

BY adminEdited Fri,16 Nov 2018,11:12 AM

Paltoday - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA – Menteri Kerjasama Regional Israel, Tzachi Hanegbi, memberikan dukungannya kepada pemerintah Israel atas kebijakan gencatan senjata dengan pejuang Palestina. Hanegbi mengatakan, “Kita akan pulang membawa 500 peti mayat jika menyerang Jabalia dan beberapa daerah lainnya di Gaza.”

Media Israel Maariv menutip perkatan Hanegbi, “Misi keamanan yang dijalankan militer Israel di selatan Gaza dan serangan setelahnya bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata. Akan tetapi hal tersebut tidak luput dari kemaslahatan.”

Ia menambahkan, “Hamas membalas dengan kekuatan terkecilnya, mereka menembakkan 470 roket, dan akhirnya yang paling berbahaya adalah kita akan pulang membawa 500 peti mayat jika masuk ke Jabalia.”

Hanegbi menyebutkan 24 prajurit Israel tewas dalam agresi militer yang berlangsung selama 16 hari ke Jabalia tahun 2004. Dalam aksi tersebut 140 warga Palestina meninggal.

Gencatan senjata yang disepakati Israel dengan pejuang Palestina pada Selasa (13/11/2018) menuai pro dan kontra dari masyarakat Israel sendiri.

Sebuah jejak pendapat yang diadakan oleh sebuah kantor berita Israel, menunjukkan 74% warga Israel tidak puas dengan keputusan Benjamin Netanyahu tersebut.

Sementara stasiun TV resmi Israel merilis, 49% warga Israel mengatakan Hamas menang dalam eskalasi militer yang berlangsung dari Minggu sampai hari Selasa.15% lainnya mengatakan tidak ada yang menang dari kedua belah pihak atau seri.

Empat belas warga meninggal dan 31 lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang berlangsung sejak Minggu sore (11/11/2018).

Sesuai dengan data yang diperoleh dari Salamah Makruf, kepala biro informasi pemerintah, dalam waktu tersebut Israel melepaskan sebanyak 150 misilnya melalui serangan udara. Delapan puluh bangunan hancur, yang terdiri dari gedung pemerintahan, posko pejuang Palestina, kantor berita, perkebunan dan rumah warga sipil.

Sebagai balasan Hamas melepaskan puluhan roket ke permukiman illegal Yahudi yang membuat  dua orang tewas dan ratusan luka-luka.

Media lokal Palestina menyebutkan serangan Israel ini merupakan yang paling besar sejak perang 2014.

(T.HN/S: Paltoday)

leave a reply