Pasca gencatan senjata, demonstrasi di perbatasan tetap berlangsung

Warga Palestina hari ini (Jumat, 16/11/2018), kembali bersiap-siap melakukan demonstrasi di perbatasan. Demonstrasi rakyat yang dikenal dengan istilah Misirat Al-Audah (The Great March of Return) pekan ini , yang telah memasuki pekan ke-34 sejak pertama kali diadakan 30 Maret lalu.

BY adminEdited Fri,16 Nov 2018,11:22 AM

Ma'an News - Gaza

Gaza, SPNA – Warga Palestina hari ini (Jumat, 16/11/2018), kembali bersiap-siap melakukan demonstrasi di perbatasan. Demonstrasi rakyat yang dikenal dengan istilah Misirat Al-Audah (The Great March of Return) pekan ini , yang telah memasuki pekan ke-34 sejak pertama kali diadakan 30 Maret lalu.

Meski perjanjian gencatan senjata dengan pihak Israel telah disepakati, namun pemimpin Hamas mengumumkan bahwa demonstrasi rakyat masih akan terus berlanjut.

Komite nasional yang mengatur unjuk rasa rakyat tersebut mengajak warga untuk terus melakun protes di perbatasan serta menghindari perpecahan.

Di pihak lain, juru bicara militer Israel telah memberikan peringatakan kepada demonstran untuk tidak mendekati pagar perbatasan.

Sebagaimana pada pekan-pekan sebelumnya, militer Israel sama sekali tidak seganuntuk menembak demonstran yang mencoba mendekat dan merusak pagar perbatasan.

Media lokal Palestina melaporkan, pasukan Israel yang dikerahkan ke perbatasan pasca eskalasi militer beberapa hari lalu masih bertahan disana sebagai antisipasi.

Melalui demonstrasi tersebut warga menuntut kembali ke tanah jajahan Israel dan menuntut penghapusan blokade Israel yang sudah berlangsung belasan tahun.

Lebih dari 200 warga meregang nyawa dan 22 ribu lainnya luka-luka dalam aksi yang dilakukan setiap sore Jumat tersebut.

Selain membuat repot pasukan penjaga perbatasan, warga Yahudi permukiman illegal di dekat perbatasan juga dibuat panik. Pasalnya warga Palestina dalam aksinya juga mengirimkan balon-balon pembakar  ke permukiman tersebut.

Mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, September lalu mengatakan bahwa demonstrasi warga di perbatasan lebih ia takutkan daripada berdirinya negara Palestina.

Saya tidak ambil pusing dengan berdirinya negara Palestina, yang saya khawatirkan adalah bagaimana negara Yahudi ini dapat hidup dengan aman,” tuturnya.

Liberman baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai aksi penolakannya atas kebijakan gencatan senjata dengan pejuang Palestina.

(T.HN/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir