Warga Tel Aviv unjuk rasa tolak berdamai dengan Hamas

Warga Israel pada Kamis malam (15/11/2018) melakukan unjuk rasa di Tel Aviv menentang kebijakan permerintah yang menerima gencatan senjata dengan pejuang Palestina.

BY adminEdited Fri,16 Nov 2018,11:34 AM

Ma'an News - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA – Warga Israel pada Kamis malam (15/11/2018) melakukan unjuk rasa di Tel Aviv menentang kebijakan permerintah yang menerima gencatan senjata dengan pejuang Palestina.

Media Israel menyebutkan warga melakukan aksi dengan meblokir jalan protokol meminta pemerintah untuk melanjutkan serangannya ke Gaza.

Perjanjian letak senjata dengan Hamas menurut warga sebuah kegagalan bagi pemerintah Israel.

Stasiun TV Israel Channel 10 menyebutkan sekitar 1.500 warga dari permukiman illegal di perbatasan datang ke Tel Aviv untuk melakukan unjuk rasa. Mereka membawa slogan “Netanyahu lemah di hadapan Hamas.”

Pasca kesepakatan damai, Selasa (13/11), warga permukiman illegal perbatasan malamnya langsung melakukan unjuk rasa di sekitar permukiman menolak keputusan tersebut. Mereka mengatakan, “Nyawa warga Israel perbatasan tidak lebih murah dari warga Tel Aviv.”

Sejumlah warga Yahudi perbatasan, pada hari Rabu (14/11/2018) juga memblokir jalan menuju ke pintu penyeberangan Karm Abu Salim. Mereka menahan sejumlah truk barang yang ingin masuk ke Gaza melalui pintu perbatasan.

Gencatan senjata yang disepakati Israel dengan pejuang Palestina pada Selasa (13/11/2018) menuai pro dan kontra dari masyarakat Israel sendiri.

Sebuah jejak pendapat yang diadakan oleh sebuah kantor berita Israel, menunjukkan 74% warga Israel tidak puas dengan keputusan Benjamin Netanyahu tersebut. 

Sementara stasiun TV resmi Israel merilis, 49% warga Israel mengatakan Hamas menang dalam eskalasi militer yang berlangsung dari Minggu sampai hari Selasa tersebut. 15% lainnya mengatakan tidak ada yang menang dari kedua belah pihak, atau seri.

Empat belas warga meninggal dan 31 lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang berlangsung sejak Minggu sore (11/11/2018).

Sesuai dengan data yang diperoleh dari Salamah Makruf, kepala biro informasi pemerintah, dalam waktu tersebut Israel melepaskan sebanyak 150 misilnya melalui serangan udara. Delapan puluh bangunan hancur, yang terdiri dari gedung pemerintahan, posko pejuang Palestina, kantor berita, perkebunan dan rumah warga sipil.

Sebagai balasan Hamas melepaskan puluhan roket ke permukiman illegal Yahudi yang membuat  dua orang tewas dan ratusan luka-luka.

(T.HN/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir

Netanyahu tolak berdamai dengan Hamas

Gaza, SPNA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk menghentikan agresi militer ke Palestina, selama balon dan layang-layang pembakar masih dikirim ke permukiman Yahudi.