Mahathir Muhammad kritik Australia terkait rencana pemindahan kedubes ke Yerusalem

Singapura, SPNA - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, mengkritik rekan sejabatannya Scott Morrison, .....

BY adminEdited Sat,17 Nov 2018,11:05 AM

Singapura, SPNA - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, mengkritik rekan sejabatannya Scott Morrison, terkait keinginannya untuk memindahkan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kritikan tersebut disampaikan dalam jumpa pers pasca pertemuannya dengan Morrison di Singapura dalam acara Konferensi Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Mahathir mengatakan ia sempat berdiskusi dengan rekan Australianya tersebut terkait rencana pemindahan kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, serta mengakuinya sebagai ibu kota Israel.

Mahathir berpesan, “Kita harus mempelajari faktor timbulnya aksi terorisme. Ketika anda berusaha menambah sebab yang baru, hal tersebut tidak akan menyelesaikan konflik.”

Perdana Menteri Malaysia tersebut menyebutkan, memindahkan Kedutaan Besar ke Yerusalem sama saja dengan mendukung aksi terorisme yang dilakukan Israel.

Media Australia, Senin (15/10/2018), memberitakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, berencana mengikuti langkah Presiden Amerika Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemerhati politik lokal berpendapat bahwa kebijakan tersebut tidak lepas dari langkah politik Morrison untuk menarik perhatian warga Yahudi Australia.

Konflik Palestina-Israel semakin meruncing pasca pengakuan resmi Presiden Amerika Donald Trump pada 6 Desember tahun lalu, terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Status Yerusalem masih saja menjadi polemik antara Palestina dan Israel. Padahal Resolusi Internasional telah menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, dan bagian baratnya untuk Israel. Akan tetapi Israel belum puas, mereka menginginkan seluruh wilayah Yerusalem menjadi milik mereka.

Mahathir bin Muhammad  memang dikenal keras terhadap Yahudi Israel. Menurutnya Israel merupakan sebab utama di balik kekacauan Timteng. Ia juga menyebut Yahudi sebagai bangsa ‘hidung bengkok’ dan meragukan jumlah Yahudi yang dibunuh dalam Insiden Holokaus.

Dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB Oktober lalu, Mahathir mengkritik habis Israel. Ia mengatakan, “Sumber terorisme lahir pada tahun 1948, yaitu ketika Israel mulai mencaplok, menyembelih dan mengusir warga Palestina dari negara mereka.”

Mahathir Muhammad di umurnya 93 tahun tercatat sebagai Perdana Menteri tertua di dunia pada bulan Mei lalu, ketika ia mengalahkan Najib Razak dalam pertarungan pemilu Malaysia. Sebelumnya ia juga telah menjabat sebagai Perdana menteri Malaysia periode 1981-2003.

(T.HN/S: Alawalnews)

leave a reply
Posting terakhir