Pemukim Israel hancurkan 32 kendaraan di kota Arab Kafr Qasim, Israel utara

Pemukim Israel merusak 32 kendaraan milik warga Palestina di kota Arab Kafr Qasim, Israel utara, seperti yang dilaporkan media Israel Hayom, Minggu (02/12/2018).

BY adminEdited Mon,03 Dec 2018,11:58 AM

MEMO - Kafr Qasim

Kafr Qasim, SPNA - Pemukim Israel merusak 32 kendaraan milik warga Palestina di kota Arab Kafr Qasim, Israel utara, seperti yang dilaporkan media Israel Hayom, Minggu (02/12/2018).

Media tersebut juga menyatakan bahwa para perusuh menulis dalam bahasa Ibrani "Orang-orang Yahudi tidak akan berdiam diri" di sebuah truk di lingkungan timur kota.

Polisi Israel telah meluncurkan penyelidikan terhadap serangan "price tag", yang biasanya dilakukan oleh para pemukim ekstremis di Tepi Barat. Namun, pelanggaran semacam ini telah menyebar ke kota-kota Arab dan desa-desa di Israel juga.

Issawi Freij, anggota Knesset untuk Meretz dan penduduk Kfar Qasim, mengomentari insiden tersebut dengan mengatakan, "Ini adalah kejahatan kebencian baru, dan kali ini terjadi di kota saya."

Freij menuduh pemerintah Israel bertanggung jawab atas kejahatan ini dengan menutup mata terhadap jenis pelanggaran seperti ini.

Dia menekankan, "kejahatan yang sedang berlangsung adalah hasil dari kegagalan pemerintah Israel, yang tidak berusaha -setidaknya- untuk menegakkan hukum dan menangkap para penjahat," menurut surat kabar yang sama.

Dia menambahkan, "Semakin dalam kegagalan pemerintah, semakin besar motivasi pelanggar untuk melakukan kejahatan lebih banyak."

Pemukim Israel secara aktif melakukan serangan terhadap properti warga Palestina serta situs agama Islam dan Kristen di dalam Jalur Hijau, Tepi Barat dan Yerusalem di bawah slogan "Price Tag".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengkritik kecenderungan kriminal ini tetapi belum mengambil langkah-langkah efektif untuk menghentikannya.

Di antara kejahatan yang paling diingat yang dilakukan oleh geng-geng ini adalah membakar rumah keluarga Dawabsha di desa Duma, Tepi Barat, dekat Nablus, pada akhir Juli 2015.

Insiden itu mengakibatkan kematian bayi berusia 18 bulan Ali Dawabsha dan kematian ayahnya, Saad Dawabsha, seminggu setelah kejahatan itu akibat luka bakar yang parah.

Ibu balita juga meninggal 40 hari kemudian. Sementara seorang anaknya bernama Ahmed masih dirawat karena luka bakar yang parah.

Kejahatan itu memicu gelombang kemarahan, di tingkat lokal dan internasional, memaksa polisi Israel untuk menangkap dua pemukim, salah satunya, Amiram Ben Oliel, atas tuduhan pembunuhan, dan seorang gadis Yahudi yang dituduh merencanakan serangan itu.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply