Bulan Sabit Merah Turki kirim 8.5 ton obat-obatan ke Gaza

Sebuah delegasi dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Turki (IFRC), Minggu (02/12/2018), tiba di Jalur Gaza yang diduduki. Kedatangan organisasi ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis dan memeriksa proyek yang didanainya belum lama ini, Anadolu Agency melaporkan.

BY adminEdited Mon,03 Dec 2018,12:03 PM

MEMO - Gaza

Gaza, SPNA - Sebuah delegasi dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Turki (IFRC), Minggu (02/12/2018), tiba di Jalur Gaza yang diduduki. Kedatangan organisasi ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis dan memeriksa proyek yang didanainya belum lama ini, Anadolu Agency melaporkan.

Delegasi organisasi tersebut di antaranya presiden IFRC, Karam Kannik, serta dua anggota lain dari organisasi tersebut.

"Delegasi mengunjungi panti asuhan Al-Amal Gaza untuk menyediakan bantuan makanan dan pakaian untuk anak yatim," kata Kannik kepada Anandolu.

IFRC, lanjutnya, akan merenovasi dan merehabilitasi salah satu bangunan panti asuhan "untuk mengakomodasi lebih banyak anak yatim piatu."

"IFRC baru-baru ini mendanai pembangunan dua lantai di panti asuhan (Al-Ama) dan akan terus mendukungnya," kata pejabat itu.

Kannik mencatat bahwa konvoi itu memeriksa bangunan logistik yang didanai IFRC, yang katanya sedang dibangun untuk kantor Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza.

Delegasi Turki akan mengadakan pertemuan dengan otoritas kesehatan enclave.

Pada Minggu pagi, IFRC mengirim pasokan medis ke Gaza dari gudang kementerian kesehatan Palestina di kota Nablus, Tepi Barat.

"Rumah sakit Gaza sangat membutuhkan obat-obatan dan persediaan medis," kata Kannik, yang menekankan bahwa pengepungan Israel "telah berdampak negatif terhadap fasilitas daerah kantong tersebut, terutama sektor kesehatan."

"Turki akan terus mendukung sektor kesehatan Palestina," katanya lagi.

Kementerian Kesehatan Palestina sebelumnya telah mengatakan bahwa pengiriman IFRC terdiri dari pasokan medis senilai $ 274.000.

Pada bulan Mei, IFRC Turki mengirim pasokan medis senilai sekitar $ 100.000 ke kantornya di Gaza yang terkepung.

Gaza terus merintih di bawah blokade Israel selama satu dasawarsa yang telah melumpuhkan perekonomian wilayah itu.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply