Pejabat Israel pertanyakan operasi militer 'Perisai Utara' Netanyahu

Abu Dhabi, SPNA - Militer Israel, Selasa (04/12/2018), melancarkan operasi ‘Perisai Utara’ di perbatasan ......

BY adminEdited Wed,05 Dec 2018,03:36 PM

Abu Dhabi, SPNA - Militer Israel, Selasa (04/12/2018), melancarkan operasi ‘Perisai Utara’ di perbatasan utara untuk menghancurkan terowongan bawah tanah milik Hizbullah.

Operasi tersebut dipimpin oleh Mayor Jenderal Uriel Strick, dengan partisipasi staf khusus dan gabungan badan Intelijen dan Komando Utara.  Dengan untuk metahkan serangan Hizbullah jika mereka menyerang melalui perbatasan.

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa mereka akan membangun dinding dan batu-batu besar di perbatasan untuk menggagalkan strategi serangan Hizbullah. Hizbulla diklaim mendapat dana besar dari Iran untuk menyelesaikan terowongan bawah tanah menuju Israel.

Dalam hal ini, Israel meminta Lebanon untuk bertanggung jawab terhadap aksi Hizbullah tersebut. Lebanon dianggap tidak mampu menjaga wilayah perbatasan negara mereka sendiri.

Pengumuman Operasi Perisai Utara ini diumumkan pasca pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Senin sore (03/12/2018).

Pihak oposisi dari pemerintahan Netanyahu mempertanyakan kebijakannya tersebut. Mereka menganggap bahwa operasi ini hanya sebagai pengalihan isu korupsi yang sedang mengintai Netanyahu.

Kepala oposisi Israel Tzipi Livni mengatakan, “Netanyahu sedang mencari alasan untuk menunda pelaksanaan pemilu dini.”

Seorang anggot Knesset (Parlemen Israel) bahkan berkomentar, “Netanyahu tidak sedang membangun perisai perbatasan Utara Israel, ia sedang membangun perisai dirinya sendiri.”

Mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, justru mengajak pemerintah untuk membereskan Hamas di Gaza kemudian baru memikirkan terowongan-terowongan tersebut.

Kritikan ini muncul setelah keluarnya pernyataan dari pihak militer Israel bahwa mereka telah mengetahui keberadaan terwongan tersebut sejak beberapa bulan sebulumnya. Mereka mempertanyakan apa tujuan Netanyahu yang sebenarnya dibalik operasi tersebut.

(T.HN/S:Anadolu Arabic)

leave a reply