Persatuan Ulama Muslim Sedunia kecam kekerasan Cina terhadap Muslim Uyghur

Turkestan, SPNA - Persatuan Ulama Muslim Seduinia, dalam pekan lalu, mengeluarkan pernyataan terkait ....

BY adminEdited Thu,06 Dec 2018,11:20 AM

Turkestan, SPNA - Persatuan Ulama Muslim Seduinia, dalam pekan lalu, mengeluarkan pernyataan terkait penganiayaan Muslim di Turkestan Timur.

Telah banyak pemberitaan yang menampilkan penindasan bertahun-tahun terhadap Muslim di Cina, terutama di Turkestan Timur. Di sana, Muslim menghadapi penganiayaan dalam kebebasan beragama dan kehidupan sosial mereka. Telah banyak upaya untuk memaksa Muslim meninggalkan agama mereka, di antara upaya dan bentuk penindasan tersebut adalah:

-        Mengumpulkan jutaan orang Uyghur, dan menahan mereka di kamp konsentrasi yang dsebut sebagai kamp ‘rehabilitasi’. Di sana mereka mengalami berbagai jenis prosedur yang merendahkan, yang bertujuan untuk mengeluarkan mereka dari agama, budaya, dan afiliasi keagamaan.

-        Menindas mereka di masjid dan tempat ibadah mereka serta melarang mereka untuk mengajar, mempraktekkan agama mereka dan bahkan membatasi kebebasan mereka bepergian.

-        Memaksa mereka untuk menjamu orang asing di rumah mereka yang memantau kehidupan keseharian mereka, dan melaporkan tindakan atau perilaku apa pun yang menyerupai sebagai penganut Islam atau menganut salah satu ajarannya, seperti shalat, berpuasa, mengenakan pakaian yang menyerupai sesuai dengan syariat Islam, memiliki Al-Qur'an atau sajadah, atau bahkan tidak merokok dan minum alkohol.

Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah Cina terhadap umat Islam bertujuan untuk menghapus keyakinan Islam mereka. Dengan demikian, Persatuan Ulama Dunia menunjukkan bahaya dari kebijakan penindasan tersebut dan mengutuk tindakan tersebut.

Lembaga tersebut juga mengingatkan mengenai tentang hubungan baik dan antara Cina dan dunia Muslim (termasuk negara-negara Muslim dan warga negaranya), yang merupakan hubungan yang harus didukung dan diperkuat.

Wadah para ulama tersebut juga menuntut agar pemerintah Cina menghormati hak dan kebebasan beragama dari minoritas Muslim di Tiongkok, yang meliputi:

1. Membebaskan tawanan Muslim yang ditahan di kamp konsentrasi.

2. Memberikan kebebasan beragama bagi semua orang dan memungkinkan mereka untuk mempraktekkan ajaran agama mereka secara bebas yang meliputi:

-        Membangun masjid

-        Mengajarkan ajaran agama mereka

-        Membiarkan kelompok keagamaan

-        Memungkinkan Muslim untuk bepergian secara bebas di dalam dan luar negeri tanpa ada pembatasan

Organisasi tersebut juga menyeru umat Muslim dan negara-negara Muslim  untuk menanggapi masalah ini dengan sangat serius. Mereka meminta negara-negara tersebut melacak peristiwa yang terjadi di sana dan mengangkat masalah ini dengan pihak berwenang Cina dan organisasi Hak Asasi Manusia yang terkait dengan PBB.

(T.RA/S: DOAM)

leave a reply
Posting terakhir