52 Santri Palestina hafal 30 Juz Qur’an, Daarul Qur’an Indonesia adakan simposium pembekalan santri di Palestina

Gaza, SPNA - Lembaga Tahfiz Daarul Qur’an Indonesia di Gaza, kembali mengadakan simposium pembekalan siswa. Acara kajian tersebut bertujuan untuk membekali siswa yang akan .....

BY adminEdited Mon,17 Dec 2018,02:56 PM

Gaza, SPNA - Lembaga Tahfiz Daarul Qur’an Indonesia di Gaza, kembali mengadakan simposium pembekalan siswa. Acara kajian tersebut bertujuan untuk membekali siswa yang akan mengikuti ujian akhir tahun di sekolah mereka.

Daarul Qur’an Indonesia memberikan perhatian yang sangat besar kepada rakyat Palestina. Salah satu perhatian tersebut terwujud dalam bentuk lembaga tahfiz Daarul Quran. Sebuah lembaga yang menampung anak-anak Gaza untuk menghafal Al-Quran dan belajar ilmu agama.

Lembaga tahfidz yang terletak di Utara Gaza tersebut, Kamis (13/12/2018), mengadakan acara kajian bertajuk, “Simposium Pembekalan untuk perkokok Iman Santri di Palestina”. Acara tersebut yang diadakan di masjid Al-Umari, Jabalia, dihadiri ratusan santri.

Dalam sebuah wawancara dengan tim Jurnalis suarapalestina.com, Syekh Abdul Fattah Al-Hamudah, Kepala penanggung jawab sekaligus Pembina halaqoh tasbit di Daarul Qur’an mengatakan, “Acara ini diadakan dalam rangka hari terakhir belajar di Daarul Qur’an. Setelahnya siswa akan mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir tahun 2018 di sekolah masing-masing."

“Simposium ini bertujuan memberi pembekalan semangat kepada para murid yang akan mengikuti ujian sekolah. Kami menyampaikan bahwa mengulang hafalan Al-Quran sama sekali tidak mengganggu persiapan ujian.”

Syekh Hamudah juga menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan oleh para siswa ketika hari-hari ujian. Seperti berserah diri kepada Allah dan mengatur jadwal belajar dan istirahat yang baik.

Daarul Qur’an Indonesia di Gaza merupakan sebuah lembaga yang khusus bergerak dalam bidang agama, budaya dan sosial. Di tempat ini siswa belajar dan menghafal Qur’an serta mempelajari tafsir setiap minggu. Pada tahun sebelumnya Daarul Qur’an juga mengadakan pembekalan manajemen menjalankan sebuah tempat tahfiz.

Masih menurut keterangan Syekh Hamudah. Daarul Qur’an juga mengadakan wisuda bertahap bagi setiap siswa yang telah menyelesaikan batas hafalannya. Serta memperingati hari-hari besar seperti tahun baru hijriah, Isra Mi’raj, ulang tahun Daarul Quran, 17 Agustus 1945, Ujian hafalan perlima juz, wisuda hafidz dan hafidzah, ujian tahsin dan berbagai acara lainnya.

Pada bulan Ramadhan, Daarul Qur’an menyediakan dapur umum untuk mengadakan buka puasa bersama setiap harinya. Menjelang Idul Fitri siswa mendapatkan hadiah manisan untuk keluarga mereka, dan mendapatkan daging ketika Idull Adha.

Di samping itu, Daarul Qur’an juga memberikan pakaian dan sepatu kepada para santri. Serta membayar iuran sekolah agar mereka dapat mengikuti ujian di sekolah mereka dengan gratis, hal ini seluruh santri hidup dibawah garis kemaniskinan.

Jumlah keseluruhan siswa Daarul Qur’an sekitar 200 santri. Mereka terbagi dalam sepuluh kelompok belajar kita kenal dengan halawoh. Lima untuk laki-laki dan lima untuk perempuan. Sampai saat ini Daarul Quran telah mengeluarkan 52 hafidh dan hafidzah.

Pemerintah Indonesia dan rakyat Palestina terus memberikan berbagai bantuan kepada rakyat Palestina, baik moril maupun materil. Hal tersebut untuk mengurangi penderitaan rakyat yang hidup dibawah blokade Israel selama 12 tahun.

Untuk melawan blokade tersebut, sejak 30 Maret lalu, warga Gaza melakukan unjuk rasa besar-besaran  diperbatasan Gaza. Lebih dari 200 warga meninggal dan 12 ribu lainnya cedera akibat serangan Israel terhadap demonstaran.
(T.HN)

Abdelhamid Akkila


 

 


 

leave a reply
Posting terakhir