Israel siap luncurkan pesawat ruang angkasa pada 2019

Tel Aviv, SPNA - Insinyur Israel pada hari Senin (17/12/2018) menambahkan elemen terakhir ke pesawat ruang angkasa yang dipersipakan akan menuju bulan - kapsul waktu ......

BY adminEdited Wed,19 Dec 2018,11:05 AM

Tel Aviv, SPNA - Insinyur Israel pada hari Senin (17/12/2018) menambahkan elemen terakhir ke pesawat ruang angkasa yang dipersipakan akan menuju bulan - kapsul waktu digital. Para ahli mengatakan bahwa mereka akan mendaratkan pesawat itu awal tahun depan, di suatu tempat antara tempat pendaratan Apollo 15 dan 17.

Ini akan menjadi misi pertama -dari jenis serupa- sejak 2013 dan, jika berhasil, Israel akan menjadi negara keempat yang melakukan pendaratan "mudah" yang terkontrol dari pesawat tanpa awak di bulan.

Sejak 1966, Amerika Serikat dan Rusia telah menempatkan sekitar selusin dari pesawat ruang angkasa di bulan, sementara Cina terakhir melakukannya pada tahun 2013.

"Pesawat luar angkasa ini benar-benar dibuat, diuji ... dan akan siap untuk dikirim ke Cape Canaveral dalam beberapa minggu," kata Ido Anteby, CEO SpaceIL lembaga non-profit yang telah memimpin proyek tersebut.

Sebelumnya Israel telah meluncurkan satelit, namun ini merupakan pesawat ruang angkasa Israel jarak jauh pertama.

Pesawat tersebut yang diberi nama Beresheet, dibuat berbentuk meja bundar dengan empat kaki berbahan karbon fiber, dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan berat 585 kg, di mana bahan bakar menyumbang dua pertiga berat pesawat itu.

It will blast off from Florida on a SpaceX Falcon 9 rocket in the next few months after an initial December date was pushed back.

Pesawat ini akan diluncurkan dari Florida pada roket SpaceX Falcon 9 dalam beberapa bebrapa bulan ke depan.

Kapsul waktu merupakan cakram tunggal, ruang-tahan, kira-kira seukuran CD, yang menyimpan file digital gambar anak-anak, foto dan informasi tentang budaya Israel dan sejarah kemanusiaan.

"Kapsul itu akan tetap berada di bulan dan tinggal di lingkungan bulan dan mungkin dalam beberapa puluh tahun seseorang akan mengirim pesawat luar angkasa untuk membawanya kembali," kata Anteby.

Beresheet juga membawa perangkat untuk mengukur medan magnet bulan.

SpaceIL ini mendapat dukungan dari donor swasta, termasuk raja kasino AS Sheldon Adelson dan miliarder Morris Kahn yang mendirikan Amdocs, salah satu perusahaan teknologi tinggi terbesar Israel.

SpaceIL didirikan pada tahun 2011 oleh sekelompok insinyur dengan anggaran sekitar $ 95 juta. Kontraktor pertahanan milik negara Israel Aerospace Industries telah berkolaborasi dalam proyek ini.

Pada 60.000 km (37.000 mil) di atas Bumi, pesawat ruang angkasa akan berpisah dari kendaraan peluncuran Falcon. Ini akan berada pada orbit pertama Bumi dalam memperluas elips dan, sekitar dua bulan kemudian, menyeberang ke orbit bulan. Kemudian akan memperlambat dan melakukan pendaratan lembut yang seharusnya tidak menyebabkan kerusakan pada pesawat.

"Situs pendaratan kami terletak di suatu tempat antara tempat pendaratan Apollo 15 dan Apollo 17," kata Anteby. “Ini area datar. Tapi tetap saja ada kawah kecil dan banyak batu.”

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply