Israel gunakan dukungan AS untuk merubah Al-Quds menjadi kota Yahudi

Al-Quds, SPNA - Warga Palestina di Al-Quds hidup menderita sejak Israel menduduki kota suci umat Islam tersebut tahun 1967. Namun tahun 2018 ....

BY adminEdited Thu,20 Dec 2018,10:24 AM

Al-Quds, SPNA - Warga Palestina di Al-Quds hidup menderita sejak Israel menduduki kota suci umat Islam tersebut tahun 1967. Namun tahun 2018 adalah tahun yang berbeda.

Tahun 2018 Israel menggunakan dukungan AS untuk melakukan berbagai pelanggaran hukum terhadap Al-Quds.

Deklarasi Trump bahwa Al-Quds ibukota Yahudi diikuti peresmian kedubes AS Mei lalu, serta penutupan Konsulat AS, dan penghentian bantuan rumah sakit Palestina yang beroperasi di A-Quds menjadi kesempatan emas bagi Israel untuk menjadikan kota suci umat Islam tersebut sebagai kota Yahudi.

Penghancuran rumah warga

Pemerintah Israel sejak 2018 silam tercatat telah menghancurkan 145 bangunan warga Palestina. Akibatnya ratusan warga menjadi gelandangan, seperti dilaporkan lembaga kemanusiaan PBB.

Disaat yang sama pemerintah Israel meresmikan pembangunan 5820 rumah baru di Al-Quds untuk warga Israel.

Pelanggaran Hukum di Masjid Al-Aqsa

Selama tahun 2018, jumlah warga Israel yang masuk ke Masjid Al-Aqsa semakin bertambah pesat hingga 28.000 jiwa.

Pemerintah Israel juga menutup Masjid Al-Aqsa dua kali dimana hal ini ditentang keras oleh Lembaga Wakaf Palestina di kota Yerusalem.

Penangkapan warga Al-Quds

Seiring bertambahnya warga Yahudi yang memasuki Al-Aqsa, warga Palestina yang ditangkap pasukan Israel juga semakin bertambah.

Komisi keluarga tahanan Palestina di Yerusalem mengatakan bahwa pemerintah Israel menangkap 1600 warga Palestina sejak awal 2018. Seperempat dari mereka adalah anak-anak dan remaja dibawah umur, sementara 55 lainnya adalah wanita.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply