Liga Arab kampanyekan ‘’ Al-Quds ibukota untuk Palestina 2019’’

Cairo, SPNA - Liga Arab, Senin (24/12/2018) menyatakan bahwa kampanye “Al-Quds ibukota Palestina” akan menjadi ikon bersama .....

BY adminEdited Tue,25 Dec 2018,04:14 PM

Cairo, SPNA - Liga Arab, Senin (24/12/2018) menyatakan bahwa kampanye “Al-Quds ibukota Palestina” akan menjadi ikon bersama negara-negara Arab tahun 2019.

Sekjen Liga Arab, Hussam Zaki dalam konferensi pers mengatakan: “Ikon Arab bersatu tahun 2019 membawa syiar ‘’Al-Quds ibukota bagi Palestina, ‘’ seperti dilansir Anadolu Agency.

Langkah Liga Arab tersebut bertujuan mendukung pemerintah Palestina untuk mempertahankan kota  suci Al-Quds dari yahudisasi.

Warga Palestina di Al-Quds hidup menderita sejak Israel menduduki kota suci umat Islam tersebut tahun 1967. Namun tahun 2018 adalah tahun yang berbeda.

Deklarasi Trump bahwa Al-Quds ibukota Yahudi diikuti peresmian kedubes AS Mei lalu, serta penutupan Konsulat AS, dan penghentian bantuan rumah sakit Palestina yang beroperasi di A-Quds menjadi kesempatan emas bagi Israel untuk menjadikan kota suci umat Islam tersebut sebagai kota Yahudi.

Keputusan AS tersebut memberikan lampu hijau bagi Pemerintah Israel untuk meratakan rumah warga Al-Quds dengan tanah. Tercatat sejak 2018 silam Israel telah menghancurkan 145 bangunan warga Palestina. Akibatnya ratusan warga menjadi gelandangan, seperti dilaporkan lembaga kemanusiaan PBB.

Disaat yang sama pemerintah Israel meresmikan pembangunan 5820 rumah baru di Al-Quds untuk warga Israel.

Di tahun 2018 juga jumlah warga Israel yang merangsek masuk ke Masjid Al-Aqsa semakin bertambah pesat hingga 28.000 jiwa.

Pemerintah Israel juga menutup Masjid Al-Aqsa dua kali dimana hal ini ditentang keras oleh Lembaga Wakaf Palestina di kota Yerusalem.

Seiring bertambahnya warga Yahudi yang memasuki Al-Aqsa, warga Palestina yang ditangkap pasukan Israel juga semakin bertambah.

Komisi keluarga tahanan Palestina di Yerusalem mengatakan bahwa pemerintah Israel menangkap 1600 warga Palestina sejak awal 2018. Seperempat dari mereka adalah anak-anak dan remaja dibawah umur, sementara 55 lainnya adalah wanita.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply
Posting terakhir