Pejabat Israel serukan penghancuran Benteng Kota Tua Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Pejabat pemerintahan Israel di Yerusalem, Aryeh King, dalam sebuah pernyataannya menyerukan untuk .....

BY adminEdited Mon,07 Jan 2019,12:15 PM

Yerusalem, SPNA - Pejabat pemerintahan Israel di Yerusalem, Aryeh King, dalam sebuah pernyataannya menyerukan untuk menghancurkan tembok Kota Tua Yerusalem.

Seruan tersebut bertujuan untuk menggabungkan kota Yerusalem dan mempermudah jalur transportasi menuju tempat-tempat bersejarah.

King yang memprediksi dirinya akan terpilih sebagai Wakil Wali Kota menceritakan, “Pagi tadi terdapat truk sampah yang ambruk karena menabrak pintu Al-Magharibah (salah satu pintu keluar dari Kota Tua), akibatnya tidak satupun dapat keluar atau masuk ke Kota Tua.”

Ia mengajak pemerintah untuk berikir lagi terkait penghancuran tembok pagar pembatas tersebut, karena juga berhubungan dengan keamanan.

Jikapun tidak semua, King mengajak untuk merobohkan sebagian dindingnya di beberapa titik.

Pagar Kota Tua Yerusalem dibangun oleh Sultan Sulaiman Al-Awwal, salah satu sultan Turki Utsmani, antara tahun 1535 dan 1538. Dibangun untuk membentengi kota Yerusalem dari serangan luar.

Pada tahun 1981, badan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah memasukkan Kota Tua berikut dengan bentengnya dalam daftar situs bersejarah dunia yang harus dilindungi. 

Yerusalem saat ini terbagi menjadi dua bagian, timur dan barat. Bagian Timur dikuasai Palestina dan barat untuk Israel.

Presiden Amerika, Donald Trump, pada 6 Desember 2017, telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Amerika juga memindahkan Kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei 2018 lalu. Hal tersebut telah memancing kemarahan dari pihak Palestina dan umat muslim dunia.

(T.HN/S:Ramallah)

Edited By: AbdelHamid Akkila

leave a reply