Cina berupaya "menyesuaikan" Islam dengan komunisme

Beijing, SPNA - Cina mengesahkan undang-undang baru yang berupaya "mengubah" Islam dalam lima tahun ke depan, langkah ....

BY adminEdited Tue,08 Jan 2019,11:03 AM

Beijing, SPNA - Cina mengesahkan undang-undang baru yang berupaya "mengubah" Islam dalam lima tahun ke depan, langkah terbaru Beijing untuk mengatur bagaimana agama ini dijalankan.

Surat utama Cina berbahasa Inggris, Global Times, melaporkan pada hari Sabtu (05/01/2019) bahwa setelah pertemuan dengan perwakilan dari delapan asosiasi Islam, pejabat pemerintah "setuju untuk membimbing Islam agar sesuai dengan sosialisme dan menerapkan langkah-langkah untuk mengubah karakter agama Islam."

Surat kabar itu tidak memberikan rincian lebih lanjut atau nama-nama asosiasi yang menyetujui keputusan tersebut.

Cina telah memulai kampanye "Sinifikasi" (pengubahan karakter) yang agresif terhadap kelompok-kelompok agama. Kebebasan para pemeluk agama menyusut di bawah Presiden Cina Xi Jinping, pemimpin Cina paling kuat sejak Mao Zedong.

Menjalankan agama Islam telah dilarang di beberapa bagian wilayah Cina, dengan penangkapan terhafap mereka yang melakukan shalat, puasa, menumbuhkan jenggot atau mengenakan jilbab.

Menurut PBB, lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan ditahan di kamp-kamp interniran di mana mereka dipaksa untuk mencela agama mereka dan berjanji setia kepada Partai Komunis yang berkuasa.

Kelompok-kelompok HAM menuduh Cina terlibat dalam kampanye pembersihan etnis. Pada Agustus, editorial Washington Post mengatakan dunia "tidak bisa mengabaikan" kampanye melawan Muslim.

Bulan sabit dan kubah Islam telah dilucuti dari masjid, dan menurut kantor berita Associated Press, sekolah-sekolah agama dan kelas-kelas Arab telah dilarang dan anak-anak dilarang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Cina telah menolak kritik tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk melindungi agama dan budaya minoritasnya.

Namun, dalam sepekan terakhir saja, pihak berwenang di provinsi Yunnan China, yang berbatasan dengan Mynamar, telah menutup tiga masjid yang didirikan oleh minoritas etnis Muslim Hui yang terpinggirkan, South China Morning Post melaporkan.

(T.RA/S: Aljazeera)

leave a reply
Posting terakhir