Hamas meminta para mediator memastikan komitmen Israel terhadap Gencatan senjatah

Gaza, SPNA - Pada hari Senin (07/01/2019), Hamas meminta para pihak yang mensponsori gencatan senjata dengan Israel untuk memastikan ....

BY adminEdited Tue,08 Jan 2019,11:13 AM

Gaza, SPNA - Pada hari Senin (07/01/2019), Hamas meminta para pihak yang mensponsori gencatan senjata dengan Israel untuk memastikan bahwa otoritas pendudukan "berkomitmen terhadap perjanjian" tersebut.

Anadolu Agency melaporkan bahwa Abdul Latif Al-Qanua, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Para mediator harus memaksa otoritas pendudukan untuk menghormati kesepakatan yang telah disepakati dan mengimplementasikan persyaratan."

Al-Qanua meminta pertanggungjawaban Israel karena "menunda atau mengingkari gencatan senjata, dan menyangkal hak-hak rakyat Palestina."

Dia menegaskan kembali komitmen Hamas untuk melanjutkan "The Great March of Return, mematahkan serangan di perbatasan, dan mendapatkan kembali hak-hak kami dari negara pendudukan."

Al-Qanua melanjutkan, "Pendudukan Zionis tidak akan memberikan hak-hak rakyat Palestina secara sukarela. Namun, kami akan mengambil kembali hak kami melawan kehendak otoritas pendudukan. Hak yang akan diambil tidak diberikan dengan sengaja."

Channel 20 Israel menyatakan pada hari Senin bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pembekuan tahap ketiga transfer dana Qatar ke Jalur Gaza.

Saluran Israel melaporkan bahwa keputusan Netanyahu datang dengan dalih "peningkatan ketegangan baru-baru ini di selatan Israel, dan peluncuran peluru dari Jalur Gaza."

Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel tentang informasi yang diedarkan oleh Channel 20.

Sebelumnya, Israel membom tiga lokasi di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas eskalasi Hamas yang melibatkan pengiriman helikopter kecil dari Gaza ke Israel selatan, dan meluncurkan peluru artileri menuju pantai Ashkelon.

Tiga bulan lalu, Qatar mengumumkan bahwa pihaknya akan memberi Gaza dana hibah seniali US $ 150 juta, yang akan diberikan selama enam bulan, untuk menutupi biaya bahan bakar untuk pembangkit listrik Gaza dan memberikan bantuan keuangan kemanusiaan kepada pegawai pemerintah dan Ghazawi secara umum.

Gencatan senjata baru-baru ini dimasukkan sebagai kesepakatan tidak langsung antara Hamas dan Israel yang bertujuan mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza.

Mesir, Qatar, dan PBB telah memimpin konsultasi antara faksi-faksi Palestina di Gaza dan Israel, berdasarkan pada pelonggaran pengepungan yang diberlakukan di Jalur Gaza, sebagai imbalan atas penghentian aksi Great Return of Return yang diselenggarakan oleh warga Palestina di dekat perbatasan Gaza-Israel sejak akhir Maret lalu.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply