Peroleh keistimewaan Amerika, Turki kembali impor minyak tanah Iran

Ankara, SPNA - Pasca embargo Amerika terhadap Iran pada November lalu, Turki kembali impor minyak tanah Iran. Turki merupakan salah satu negara ...

BY adminEdited Wed,09 Jan 2019,12:51 PM

Ankara, SPNA - Pasca embargo Amerika terhadap Iran pada November lalu, Turki kembali impor minyak tanah Iran. Turki merupakan salah satu negara yang mendapatkan pengecualian Amerika untuk melakukan hubungan perdagangan dengan Iran.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa negara tersebut dibolehkan untuk mengimpor  tiga juta ton minyak tanah Iran dalam setahun, atau 60 ribu barel perhari. Minyak kiriman Iran tersebut diprediksi sudah mulai sampai ke Turki dalam bulan ini.

Sebelum Amerika menjatuhkan hukumannya terhadap Iran, Turki mengimpor sebanyak 200 ribu barel perhari.

Amerika memberikan keistimewaan dan pengecualian kepada beberapa negara untuk tetap menjalin hubungan komersial dengan Iran. Hal tersebut dilakukan agar nilai minyak di pasar dunia tidak melonjak naik.

Ada juga yang berpendapat bahwa pengecualiaan tersebut merupakan kesempatan yang diberikan kepada Iran untuk mengubah pendiriannya. Jepang dan Turki adalah dua di antara delapan negara yang mendapatkan pengecualiaan tersebut.

Sanksi Amerika serikat pada November tersebut merupakan yang kedua kalinya selama 2018. Hukuman pertama diberlakukan pada Agustus lalu, tiga bulan setelah Amerika keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani pada tahun 2015.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negaranya bangga menyambut sanksi Amerika tersebut.

Washington mengancam akan terus menekan Iran sampai mereka mau mengubah sikap terkait pengembangan senjata nuklir.

Amerika tidak hanya mengancam Iran, semua negara dan lembaga yang masih melakukan hubungan komersial dengan Iran juga diancam masuk daftar hitam pemerintah Amerika.

Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, Selasa (06/11/2018), mengatakan Turki tidak akan menuruti permintaan Amerika untuk mengucilkan Iran dari pasar dunia. Erdogan mengatakan hukuman AS kepada Iran telah mengganggu keseimbangan dunia.

Meski mengkritik, karena tidak mau kehilangan kolega dagang, Turki juga mengajukan permintaan pengecualian kepada Amerika. Hal tersebut diakui oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Ia membenarkan bahwa negaranya telah mengajukan permintaan pengecualian kepada Amerika.

(T.HN/S: Mubasher.aljazeera)

leave a reply