Dukung petani Palestina, organisasi yang berbasis di Kuwait luncurkan proyek resistensi hijau

Mendukunga rakyat Palestina tidak selalu ditunjukkan melalui penggunaan senjata, tetapi dengan mendukung pangan, alam, dan pertanian  serta membantu petani menjual hasil panen mereka dan menciptakan pekerjaan yang layak bagi para petani Palestina.

BY adminEdited Thu,24 Jan 2019,12:16 PM

Kuwait, SPNA - Organisasi Arab untuk Perlindungan Alam di Kuwait meluncurkan kampanye 'Satu Juta Pohon' untuk mendukung para petani Palestina. Acara ini disponsori oleh Masyarakat Sosial Budaya Wanita (WCSS), Komite Kuwait untuk Yerusalem dan Asosiasi Alumni Kuwait dan diadakan pada hari Selasa (21/01/2019) di Diwan Al-Mulla di Sharq.

Presiden Jaringan Arab untuk Kedaulatan Pangan (ANFS) Razan Zuayter mengatakan berterima kasih kepada WCSS untuk menampung mereka dan memungkinkan mereka untuk bertemu dengan anggota WCSS lainnya dan berbagi dengan mereka pengalaman perintis ANFS dalam mempromosikan ketabahan yang damai dan positif dari rakyat Palestina "yang merupakan generasi penerus.”

“Saya bermimpi menanam satu juta pohon di Palestina, tetapi kiini telah mencapai 2,6 juta pohon di berbagai bagian Palestina. Kami menanam ketika Israel menumbangkannya,” katanya.

Zuayter menambahkan bahwa mereka sedang melakukan kampanye di Palestina untuk menumbuhkan kembali pohon zaitun di bawah slogan resistensi hijau. “Mereka menebang satu pohon dan kami menanam 10 pohon,” katanya, menunjukkan bahwa mereka meluncurkan kampanye ini pada tahun 2000.

Ia menambahkan bahwa pendudukan Israel mencabut pohon setiap menit, karena mereka telah mencabut tiga juta pohon zaitun sejak tahun 2000 hingga hari ini, yang menunjukkan bahwa kampanye mereka telah berhasil dalam penanaman 2,6 juta pohon dan mereka bercita-cita untuk menggandakan jumlah ini.

Zuayter mencatat bahwa relawan dan anggota gerakan meningkat dan saat ini bekerja untuk mendukung petani Palestina sehingga mereka dapat mempertahankan tanah dan pertanian mereka. Ia menjelaskan bahwa cara untuk mendapatkan dukungan bagi petani Palestina adalah melalui organisasi pertanian dan asosiasi nirlaba di Palestina.

"Kami percaya dan membeli bibit dari perkebunan Palestina," tambahnya.

“Ada prioritas dalam memilih penerima bantuan, seperti tahanan atau janda, bekerja sama dengan mitra kami di Palestina, di mana kami mengirim misi pencarian fakta untuk melihat hasil dari apa yang kami lakukan,” kata Zuayter, dan menambahkan “sekitar 24.000 petani telah mendapat manfaat dari kampanye ini sampai sekarang dan sekitar 240 orang menerima penghasilan dari proyek-proyek ini. Orang-orang itu bergantung pada dukungan orang-orang Arab yang tertarik pada perjuangan Palestina dan belum mengambil dana asing untuk kampanye ini."

Mengenai hambatan terbesar dalam pekerjaan mereka, Zuayter mengatakan tidak ada strategi terpadu untuk pekerja bantuan untuk Palestina di semua bidang, selain pembiayaan, karena sebagian besar dana asing yang datang ke Palestina adalah bersyarat dan lebih berbahaya daripada menguntungkan.

“Perpecahan antara orang-orang Palestina telah berdampak besar pada mekanisme kerja kami, dan pada aspirasi rakyat Palestina. Perpecahan ini menakutkan, tetapi sebagai warga Palestina, kami tidak putus asa,” katanya.

Lulwa Al-Mulla, Presiden Masyarakat Sosial Budaya Wanita dan anggota Komite Kuwait untuk Yerusalem, mengenang sebuah insiden di mana dia mengatakan bahwa mereka menyediakan perlindungan bagi seorang militan Palestina dan suaminya. Lebih lanjut ia menekankan bahwa ketabahan tidak hanya ditunjukkan melalui penggunaan senjata, tetapi dengan mendukung pangan, alam, dan pertanian di wilayah Palestina, dan juga dengan membantu petani menjual hasil panen mereka dan menciptakan pekerjaan yang layak bagi para petani Palestina.

(T.RA/S: Kuwait Times)

leave a reply
Posting terakhir