OKI mengutuk keras serangan Israel terhadap tahanan Palestina di penjara Ofer

OKI meminta komunitas internasional untuk campur tangan menekan Israel agar menghentikan tindakan sewenang-wenang dan penindasan terhadap para tahanan Palestina.

BY adminEdited Fri,25 Jan 2019,11:18 AM

MEMO - Jeddah

Jeddah, SPNA - Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Kamis (24/01/2019), mengutuk keras "serangan Israel terhadap tahanan Palestina, terutama di fasilitas penahanan Ofer Tepi Barat."

Dalam sebuah pernyataan, OKI menegaskan bahwa mereka akan terus "berdiri bersama para tahanan Palestina untuk menyampaikan pesan, suara, dan penderitaan mereka ke dunia luar."

"OKI mendukung hak narapidana Palestina untuk kebebasan, keadilan dan martabat," bunyi pernyataan itu.

Organisasi yang bermarkas di Saudi itu meminta komunitas internasional untuk campur tangan agar "menekan kekuatan pendudukan (Israel) untuk menghentikan tindakan sewenang-wenang ini dan tindakan penindasan terhadap para tahanan Palestina."

Ditekankan bahwa pemerintah dunia harus memastikan bahwa para tahanan Palestina diperlakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Pada hari Senin, lebih dari 100 narapidana Palestina yang ditahan di penjara Ofer dilaporkan terluka karena disiksa oleh otoritas penjara.

Pertemuan resmi organisasi Pembebasan Palestina (PLO) baru-baru ini melaporkan bahwa ada sekitar 1.200 warga Palestina yang ditahan di fasilitas Ofer.

Menurut angka Palestina, lebih dari 6.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara Israel, termasuk 52 perempuan, 270 anak di bawah umur dan enam anggota parlemen.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply