Bantu selamatkan pasien Palestina, Rakyat Indonesia kucurkan 15.000 USD Alokasi 10.000 Liter Solar untuk RUMAH SAKIT di GAZA

Masyarakat Indonesia melalui lembaga kemanusiaan Yayasan Nusantara Palestina Center kembali menyalurkan bantuan bahan bakar minyak 10.000 Liter Solar untuk mengaktifkan generator di Rumah Sakit terbesar di Gaza, Al-Syifa dan Rumah Sakit Spesialis Anak Naser City dengan biaya 15.000 Dollar.

BY adminEdited Wed,06 Feb 2019,01:07 PM

Jalur Gaza, SPNA - Meskipun Indonesia dan Palestina terpisah secara secara geografis namun kedua negara ini memiliki ikatan emosional dan persaudaraan yang kuat. Bagi Indonesia, kemelut yang melanda rakyat Palestina merupakan prioritas utama yang harus segera diselesaikan.

Dukungan dari Indonesia baik NGO, Masyarakat dan pemerintah Indonesia tentu dengan sasaran dan bantuan pada bidang masing-masing hingga kini terus mengalir baik dari segi bantuan kemanusiaan bahan makanan, dukungan diplomasi, bantuan beasiswa pendidikan dan lain lain.

Selain di forum internasional, Indonesia juga memainkan peran penting di lapangan melalui penyaluran bantuan, baik bersifat  moril maupun materil. Salah satu bentuk bantuan tersebut adalah donasi 10.000 liter bahan bakar solar yang dipersembahkan oleh masyarakat Indonesia melalui lembaga kemanusiaan yaitu Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) untuk sektor medis di Jalur Gaza.

Pembina NPC, Bapak Abdillah Onim, Selasa (05/01/2109) mengatakan bahwa 10.000 liter solar tersebut  disalurkan ke  Rumah Sakit Al-Syifa dan Rumah Sakit Spesialis anak di Naser City, Gaza Palestina. ‘’Untuk rumah sakit Al-Syifa, Indonesia menyalurkan 6000 liter solar, sementara 4000 lainnya dialokasikan ke Rumah Sakit Spesialis anak di Naser City.

Bantuan 10.000 liter SOlar itu akan mengaktifkan generator listrik, lampu ruang operasi, lampu ruang rawat inap dan instalasi lainnya di kedua rumah sakit untuk pasokan selama 10 hari kedepan mulai 5 Februari 2019 hingga 15 Februari 2019 selanjutkan tidak tahu apa yang akan terjadi berharap semoga kita rutin berikan bantuan Solar, Bantuan Solar dimana total biaya yang dihabiskan mencapai 15.000 Dolar AS, ‘’ terang pria yang akrab disapa Bang Onim tersebut.

Sementara itu, Dr. Ra’fat Hamdounah Direktur admin RS.Syifa mengatakan bahwa Al-Syifa  membutuhkan 300 liter solar untuk mengaktifkan generator listrik selama 1 jam. Bantuan ini dapat membantu  operasional generator listrik selama satu minggu. Menurut keterangannya, krisis listrik akan melumpuhkan operasional rumah sakit terbesar di Gaza tersebut di berbagai sektor baik di ruang perawatan penyakit ginjal, ruang operasi atau di Instalasi Gawat Darurat. Akibatnya nyawa pasien terancam. “Blokade Israel sejak 12 tahun lalu adalah penyebab utama krisis listrik di Jalur Gaza, disaat yang sama pasokan bahan bakar solar juga terhambat, ‘’ tambahnya. 

Direktur Administrasi dan Keuangan Rumah Sakit Al-Syifa Dr. Ra’fat Hamdounah, Direktur umum RS.Spesialis Anak DR.Muhammad Abu Silmiyah, atas nama pemerintah Palestina dan atas nama KEMKES Palestinamenyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdillah Onim selaku perwakilan rakyat Indonesia di Palestina, seluruh masyarakat Indonesia, para donatur, NGO, pemerintah Indonesia dan juga lembaga kemanusiaan Yayasan Nusantara Palestina Center rutin memberikan bantuan kepada rakyat Palestina terutama pasien dan korban perang.

Jalur Gaza adalah wilayah selatan Palestina yang terisoliasi akibat blokade Israel selama lebih dari 12 tahun.  Blokade berhasil melumpuhkan seluruh lini kehidupan Gaza. Tidak hanya ekonomi, Gaza juga mengalami krisis air bersih dan listrik. Dalam waktu sehari 2 juta warga Gaza hanya menerima pasokan listrik selama 4 jam.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Gaza dalam konferensi pers di  Rumah Sakit Spesialis anak di Naser City  , Minggu (20/01/2018) memperingatkan bahwa sejumlah rumah sakit Gaza terancam berhenti beroperasi akibat mandeknya pasokan listrik.

Kelima rumah sakit tersebut adalah  Rumah Sakit Spesialis anak di Naser City, Rumah Sakit Al-Nasr, Rumah Sakit Al-Uyun, Rumah Sakit Jiwa Gaza serta Rumah Sakit Abu Yusuf al-Najjar.

 

Melihat situasi Gaza yang carut marut akibat blokade, Sekjen PBB, Antonio Guterres tahun 2018 lalu telah memperingatkan bahwa wilayah yang memiliki luas 365 persegi tersebut akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020 mendatang.

Sejak berlakunya tragedi kemanusiaan tahun 1948, Pemerintah dan rakyat Indonesia senantiasa berdiri bersama Palestina. Hal ini terwujud dalam sikap Indonesia yang tegas mendukung Palestina baik dalam diplomasi maupun di lapangan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Ibu Retno Marsudi dalam pidatonya di Forum Dewan Keamanan PBB 22 Januari lalu, menyatakan bahwa Palestina berhak menjadi anggota penuh  PBB. Ini merupakan salah satu bukti bahwa Nusantara berada di garda terdepan dalam mendukung diplomasi Palestina.

Hanya dengan 5 Liter Solar kita telah ikut selamatkan nyawa pasien terutama pasien anak-anak di Gaza (1 liter solar Rp.120.000). https://kitabisa.com/solarrumahsakitgaza

Salurkan kepedulian anda melalui:

BNI SYARIAH Cab.Jakarta Timur 690000 9097 a/n: Nusantara Palestina Center.

BNI Cab.Kramat 69000 90089 a/n:Yayasan Nusantara Palestina Center.

BNI Cab.Kramat 69000 90001 a/n Abdillah Onim.

Info Bantuan Kemanusiaan di Palestina, Kantor Pusat Lembaga Kemanusiaan Nusantara Palestina Center (NPC): 0821 13 13 13 67, Call Center: 021-8778 8187. Wa GAZA +972 59 8058513 (bang Onim).

RUMAH SAKIT DI GAZA DILANDA KELANGKAAN:

- Makanan bagi pasien.

- Krisis obat-obatan.

- Krisis bahan bakar minyak (BBM).

- Krisis pangan (Roti, Gandum mentah).

- Krisis air bersih.

Yang telah kita lakukan:

- Membuka DAPUR UMUM Indonesia di RS.Syifa Gaza.

- Membuka DAPUR UMUM Indonesia di RS. Spesialis Anak Naser CIty.

- 5 Feb 2019 menyalurkan 10.000 Liter Solar untuk Rumah Sakit Syifa dan RS.Spesialis anak, menyusul bantuan obat-obatan.

Informasi langsung dari Abdillah Onim berada di Gaza Palestina, 4 Februari 2019.

(T.RS/Abdel Hamid Akkila)

leave a reply
Posting terakhir