Jelang peluncuran rencana perdamaian Israel-Palestina, pejabat AS kunjungi kawasan Teluk

Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke setidaknya lima negara Arab pada akhir Februari ini.

BY adminEdited Fri,08 Feb 2019,11:08 AM

MEE - Washington

Washington, SPNA - Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke setidaknya lima negara Arab pada akhir Februari ini. Perjalanan ini dimaksudkan untuk memberi pengarahan singkat kepada para diplomat terkait bidang ekonomi dari proposal perdamaian AS yang telah lama ditunggu-tunggu untuk Israel dan wilayah Palestina yang diduduki, pejabat AS yang akrab dengan perjalanan itu mengatakan kepada Reuters.

Kushner, menantu Presiden Donald Trump, bersama dengan utusan Timur Tengah AS, Jason Greenblatt, berencana untuk berhenti di Oman, Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar dalam perjalanan selama seminggu, dua pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan pada hari Kamis (07/02/2019).

Kushner dan Greenblatt, bergabung dengan utusan Departemen Luar Negeri Brian Hook dan pembantu Kushner Avi Berkowitz, tidak akan memberi penjelasan singkat kepada para diplomat tentang "komponen politik" dari rencana perdamaian, yang mencakup semua masalah inti dari konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Israel dan Palestina, kata para pejabat itu.

Sebaliknya, mereka akan mengukur tingkat dukungan untuk bagian ekonomi dari rencana itu, yang diharapkan mencakup kombinasi bantuan dan investasi untuk membantu rakyat Palestina, kata para pejabat itu.

“Jared akan membagikan elemen rencana ekonomi ke wilayah tersebut. Rencana ekonomi hanya berfungsi jika daerah mendukungnya," kata seorang pejabat yang memberi pengarahan kepada sekelompok kecil wartawan.

"Ini adalah bagian yang sangat penting dari keseluruhan persamaan," tambahnya.

Rincian rencana bantuan dan investasi AS untuk Palestina saat ini masih belum diketahui.

Seorang juru bicara Otoritas Palestina mengatakan kepada Bloomberg pada hari Rabu bahwa PA bersedia untuk "segera bernegosiasi" jika AS mendukung perbatasan pra-1967.

Mencari dukungan regional untuk rencana ekonomi adalah langkah menuju penyingkapan proposal Trump untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Rencana ekonomi secara luas diharapkan mencakup proposal pendanaan internasional untuk Jalur Gaza yang miskin.

Para pejabat mengatakan mereka menyadari bahwa para diplomat Arab yang bertemu Kushner akan ingin mengetahui unsur-unsur komponen politik sebelum memberikan penilaian terhadap rencana ekonomi.

"Mereka tidak akan mendukung rencana ekonomi tanpa memastikan mereka juga mendukung rencana politik, dan kami menyadari itu. Jadi dukungan, saya yakin dalam beberapa cara, akan dikondisikan pada apakah mereka nyaman dengan rencana politik," kata seorang pejabat.

Peluncuran rencana perdamaian Trump ditunda setelah kemarahan Palestina meledak ketika Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017 dan memindahkan kedutaan AS di sana.

Pemikiran saat ini di antara pejabat Gedung Putih adalah bahwa rencana perdamaian akan diumumkan beberapa saat setelah Israel mengadakan pemilihan umum pada 9 April yang akan menentukan nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Masih belum jelas bagaimana rencana AS akan menangani masalah sensitif Yerusalem. Palestina menginginkan bagian timur kota sebagai ibukota masa depan mereka. Kushner tidak mengunjungi Israel dalam perjalanan ini, kata para pejabat.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menolak untuk berbicara tentang rencana perdamaian dengan Amerika Serikat setelah pengakuan Trump atas Yerusalem, tetapi para pejabat Gedung Putih berharap itu akan berubah.

"Kami berharap Abbas membaca rencana itu, menilai kelayakannya dan datang ke meja perundingan setelah kami merilis rencana itu. Rakyatnya layak mendapat hal yang tidak kurang," kata seorang pejabat.

Para pejabat AS, sementara itu, telah bertemu dengan warga Palestina "dari semua lapisan masyarakat" untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, kata pejabat itu.

Sementara itu, pemerintah Palestina pada hari Kamis menolak konferensi yang dipimpin AS tentang perdamaian dan keamanan Timur Tengah yang akan berlangsung minggu depan di Warsawa, dan menyebutnya "konspirasi Amerika".

Konferensi gabungan AS-Polandia, yang diumumkan bulan lalu oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, akan diadakan pada 13-14 Februari dan akan menjamu para menteri dari seluruh dunia.

Orang-orang Palestina tidak diundang ke pertemuan di tengah putusnya hubungan dengan Amerika Serikat, meskipun konflik Israel-Palestina mungkin dibahas.

Di antara mereka yang diharapkan hadir adalah Netanyahu, serta Trump, Kushner, Greenblatt dan Pompeo.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Palestina menyebut pertemuan itu "sebuah konspirasi Amerika yang dimaksudkan untuk membuat para peserta mengadopsi pandangan AS tentang masalah-masalah kawasan, khususnya masalah Palestina."

(T.RA/S: MEE)

leave a reply