Penulis Israel: Gaza adalah “kamp konsentrasi”

Penulis Israel, Amira Hass, menulis bahwa Israel memiliki rencana untuk mengisolasi dan menghilangkan Jalur Gaza, lalu mengubahnya menjadi sebuah kamp konsentrasi, dan tidak memiliki hubungan (lagi) dengan Hamas.

BY adminEdited Sat,09 Feb 2019,10:58 AM

Yerusalem, SPNA - Israel memiliki rencana untuk mengisolasi dan menghilangkan Jalur Gaza, lalu mengubahnya menjadi sebuah kamp konsentrasi, dan tidak memiliki hubungan (lagi) dengan Hamas, Amira Hass menulis dalam media Israel, Haaretz, Kamis (08/02/2019).

Hass mengatakan bahwa otoritas Israel memperketat cengkeraman mereka di Jalur Gaza dan kemudian menyatakan kekhawatiran mereka terkait wilayah ini.

"Jalur Gaza hari ini adalah kamp konsentrasi," tulisnya.“Di Jalur Gaza -yang ditutup layaknya kamp yang terkurung dan terpisah- bermukim sekitar dua juta jiwa dan menjadikannya sebagai satu tempat dengan penduduk terpadat di dunia. Sekitar 70 persen dari mereka adalah keturunan pengungsi yang diusir dari rumah mereka. Tidak adanya kebebasan bergerak memaksa mereka untuk hidup dalam pengangguran, kemuraman, kemiskinan, penyakit, depresi, air dan tanah yang terkontaminasi, serta ketergantungan pada bantuan yang terus berkurang. Dan bahkan, itu terjadi di tengah suasana tanpa pemboman dan serangan militer.”

"Kamp konsentrasi Gaza adalah telah ada di bawah kondisi yang lebih keras selama hampir tiga dekade ... Sebelum Hamas mengambil alih wilayah itu."

"Israel memiliki tujuan politik untuk mengubah Gaza menjadi kamp konsentrasi raksasa: memutus (wilayah) dan penduduknya dari sisa warga Palestina (lainnya) sehingga akan menjadi entitas yang terpisah, kehilangan sejarah, asal-usul dan kepemilikan."

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply