Dokumen Rahasia: Raja Salman menolak negosiasi dengan Israel

Tel Aviv, SPNA - Channel 10 melaporkan bahwa sebuah dokumen rahasia yang bocor mengungkapkan sikap Arab Saudi yang ...

BY adminEdited Sat,09 Feb 2019,04:26 PM

Tel Aviv, SPNA - Channel 10 melaporkan bahwa sebuah dokumen rahasia yang bocor mengungkapkan sikap Arab Saudi yang menolak bernegosiasi dengan Israel.

Seorang pejabat tinggi Israel yang tidak disebutkan namanya melaporkan kepada Stasiun TV 10 Israel, Jum’at (08/02/2019)  bahwa Kementerian Luar Negeri menulis dokumen yang sangat rahasia terkait hubungan Israel dan Arab Saudi.

Dalam doumen tersebut Arab Saudi dinyatakan tidak bersedia untuk melakukan negosiasi dengan Israel serta menolak  mendukung Deal of Century yang disusun oleh pemerintah Amerika Serikat.

Dokumen yang disusun oleh Kementerian Luar Negeri Israel tersebut telah disebarkan di beberapa keduataan Israel di sejumlah negara Desember lalu.

“Dokumen ini juga membuktikan kenyataan yang bertolak belakang dengan langkah politik yang dilakukan Netanyahu dalam beberapa waktu terakhir.  Perdana Menteri Israel tersebut berulang kali menyatakan bahwa Israel sedang menjalin hubungan diplomasi dengan negara teluk seperti Uni Emirat Arab, Bahrain dan Arab Saudi, Namun dokumen tersebut memperlihatkan bahwa rencana tersebut tidak akan berjalan mulus.”

Beberapa minggu setelah dokumen tersebut disebarkan, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo melakukan kunjungan ke Riyadh dan bertemu Raja Salman.

Dalam pertemuan tersebut, Pompeo meminta Raja Salman untuk mendukung proyek perdamaian Trump untuk Timur Tengah., Raja Salman menyatakan tidak bersedia mendukung rencana tersebut jika AS dan Israel tidak memenuhi tuntutan Palestina khususnya terkait pengakuan Al-Quds sebagai ibukota Palestina.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir
Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen yang telah 50 tahun dirahasiakan tersebut  berisi laporan terkait usulan para menteri Israel untuk mengurangi populasi warga Palestina di wilayah garis Hijau, Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan cara menekan mereka agar beremigrasi.