PM Irak: Kebahagiaan kami baru sempurna jika Palestina sudah merdeka

Irak berhasil melewati masa-masa sulit itu. Namun kami baru benar-benar bahagia di hari kemerdekaan Palestina dan kota Al-Quds sudah menjadi milik kita. Hari dimana rakyat Palestina menikmati haknya sebagai bangsa yang bebas dengan Al-Quds sebagai ibukota abadi

BY adminEdited Tue,05 Mar 2019,03:09 PM

Baghdad, SPNA - Perdana Menteri Irak, Adil Mahdi mengatakan bahwa Irak baru benar-benar merdeka jika Palestina sudah merdeka.

Dalam pertemuan dengan Presiden Abbas, Abdul Mahdi mengatakan: “Irak berhasil melewati peristiwa besar yang mengancam stabilitas dan otoritas Irak. “Irak berhasil melewati masa-masa sulit itu. Namun kami baru benar-benar bahagia di hari kemerdekaan Palestina dan kota Al-Quds sudah menjadi milik kita. Hari dimana rakyat Palestina menikmati haknya sebagai bangsa yang bebas dengan Al-Quds sebagai ibukota abadi, ‘’ seperti dikuti Sputnik, Minggu (04/03/2019).

“Kami hari ini menyambut anda dengan penuh rasa hormat, karena anda telah menjadi simbol perjuangan melawan pendudukan,” ujarnya.

PM Irak tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya membahas sejumlah isu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas,  seperti rencana perdamaian AS yang dikenal dengan Deal Of Century.

Abbas menegaskan menolak seluruh langkah AS dalam menyelesaikan konflik Palestina yang tidak berlandasakan hukum internasional. Presiden Palestina tersebut juga menegaskan menolak menghadiri konferensi yang tidak dilandasi hukum.

Sejak 2014 lalu, negosiasi Palestina Israel kandas. Hal ini dikarenakan  Israel menolak menyetop  pembangunan hunian illegal di wilayah yang diduduki serta menolak batas wilayah Palestina tahun 1967 sebagai landasan negosiasi dengan Palestina.

Hubungan Palestina – Israel semakin memburuk sejak Presiden AS, Donald Trump mendeklarasikan bahwa Al-Quds ibukota Israel.

Beberapa bulan setelah deklarasi Trump tersebut, Pemerintah Amerika Serikat menutup Kantor Organisasi Pembebasa Palestina (PLO) di Washington serta membekukan bantuan untuk UNRWA sebesar 125 Dolar AS.

Palestina membalas tindakan tersebut dengan berpartisipasi dalam dalam perjanjian damai yang diusung AS. Hal ini karena AS dinilai tidak objektif dan memberikan dukungan buta  untuk Israel.

(T.RS/S:Sputnik)

leave a reply