Demonstran AlJazair boikot  pemilu presiden

Warga Aljazair menuntut pembatalan pemilu presiden yang akan berlangsung April mendatang. Hal tersebut untuk memaksa Presiden Bouteflika agar tidak berniat bertahan lima periode di kursi kepresidenan.

BY adminEdited Sat,09 Mar 2019,11:03 AM

Aljir, SPNA - Demonstran Aljazair yang menentang pancalonan Presiden Abdelaziz Bouteflika, menuntut penundaan pemilu presiden di negara tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta militer untuk mengamankan negara, jika pemilu yang  akan berlangsung pada April mendatang tersebut gagal dilaksanakan.

Pengunjuk rasa mengajak kepada calon presiden lainnya untuk mengundurkan diri dari pencalonan dan bergabung dengan para demonstran.

Pada 10 Februari lalu, Bouteflika telah mengumumkan pencalonan dirinya untuk maju kembali dalam pemilu presiden. Menurut pengakuannya ia hanya bermaksud memenuhi keinginan rakyat. Bouteflika berjanji akan melakukan perubahan mendalam dengan melibatkan berbagai pihak, jika ia terpilih kembali.

Sejak pengumuman tersebut, warga Aljazair yang menolak pencalonannya melakukan unjuk rasa di berbagai tempat. Mereka mendesak Presiden empat periode tersebut untuk membatalkan niatnya.

Bouteflika dianggap tidak layak untuk menjadi presiden akibat gangguan kesehatan yang dialaminya. Ia juga dikritik karena tidak bisa memperbaiki ekonomi negara.

Perdana Menteri AlJazair, Ahmed Ouyahia, sebelumnya telah memperingati warga agar tidak termakan provokasi. Ia mengatakan perang berdarah Suriah bermula dari sebuah demonstrasi.

Bouteflika pertama kali dilantik memimpin Aljazair pada tahun 1999. Ia kemudian jarang tampil di depan publik sejak 2013. Hal tersebut disebabkan karena presiden yang telah menjabat selama 20 tahun tersebut, disebutkan menderita penyakit stroke.

Warga bergerak setelah menerima ajakan melalui sosial media. Para demonstran mengaku bahwa unjuk rasa tersebut bukan hanya untuk menentang pencalonan Bouteflika. Namun juga menentang pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini secara umum.

Pejabat negara memperingatkan bahwa demonstrasi semacam itu dapat mempengaruhi stabilitas negara. Juga dapat memantik kembali perang saudara yang pernah pecah pada tahun sembilan puluhan.

Bouteflika mendapat kepercayaan rakyat karena berhasil menghentikan perang saudara yang berlangsung selama sepuluh tahun. Menurut data resmi, perang tersebut sedikitnya telah merenggut 200 ribu nyawa warga.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply