Delegasi perdamaian Palestina-Israel tinggalkan Gaza

Setelah empat hari berdiskusi dengan para pemimpin organasasi rakyat Palestina di Gaza, delegasi keamanan Mesir kembali meninggalkan Gaza pada Jumat Malam (08/03). Selama di Gaza, delegasi Mesir mendiskusikan dua hal penting berupa solusi pembebasan blokade Israel serta  kekerasan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.

BY adminEdited Sun,10 Mar 2019,01:04 PM

Gaza, SPNA - Delegasi Keamanan Mesir yang diutus untuk membicarakan perkembangan gencatan senjata antara Pejuang Gaza dan Israel, bertolak pulang dari Gaza ke Mesir pada Jumat malam (08/03/2019).

Sebelum meninggalkan Gaza, Delegasi yang dipimpin oleh wakl badan Intelijen Mesir, Omar Hanafi, telah melakukan pertemuan dengan Kepala biro Politk Hamas, Ismail Haniyeh. Dan bertemu dengan Komite unjuk rasa warga, guna mengetahui perkembangan terakhir Gaza.

Mereka juga telah mengadakan pertemuan khusus dengan para pemimpi gerakan rakyat lainnya di Gaza.

Hamas mengatakan bahwa mereka bersama Mesir membahas solusi untuk menghentikan blokade Israel. Serta kasus kekerasan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.

Delegasi keamanan Mesir tiba di Gaza pada hari Selasa lalu (05/03/2019), melalui perlintasan Beit Hanun, Erez. Kunjungan itu berlangsung setelah delegasi Mesir melakukan pertemuan dengan pihak Israel beberapa hari sebelumnya.

Kunjungan Mesir  ini merupakan yang pertama kali pasca lawatan Ismail Haniyeh ke Kairo selama sebulan. Salah satu hasil yang diperoleh dari kunjungan Haniyeh tersebut adalah dibebaskannya beberapa warga Palestina yang tertangkap oleh militer Mesir.

Terakhir kali delegasi Mesir menginjakan kaki di Gaza berlangsung pada 31 Januari lalu. Saat itu delegasi Mesir juga ditemani oleh Komisaris Perdamaian PBB, Nickolay Mladenov.

Mesir merupakan negara yang banyak terlibat dalam kasus Palestina. Khususnya peran mereka sebagai mediator perdamaian antara Fatah dan Hamas. Serta berperan sebagai suksesor gencatan senjata Palestina dengan pihak Israel.

(T.HN/S: Palinfo)

leave a reply