Jajak pendapat: 85% warga Kuwait menolak normalisasi hubungan dengan Israel

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat menunjukkan bahwa 85 persen masyarakat Kuwait menentang normalisasi hubungan dengan Israel.

BY adminEdited Mon,11 Mar 2019,01:04 PM

Kuwait City, SPNA - Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat menunjukkan bahwa 85 persen masyarakat Kuwait menentang normalisasi hubungan dengan Israel.

Jajak pendapat itu juga menemukan bahwa 52 persen mendukung Hamas, yang memerintah Jalur Gaza yang terkepung, sementara 63 persen menerima proposal AS bagi negara-negara Arab untuk terlibat dalam pembicaraan damai Israel-Palestina, New Khaliji melaporkan pada hari Jumat (08/03/2019).

Dukungan untuk Presiden AS Donald Trump di antara 1,5 juta warga Kuwait yang disurvei tidak melebihi lima persen. Jajak pendapat menemukan, mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menerima persentase yang sama. Sementara itu, 64 persen mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Mengenai sekutu Iran, jajak pendapat menemukan bahwa hanya 11 persen yang merasa positif tentang Hizbullah Libanon dan 25 persen merasa positif tentang Houthi di Yaman.Tentang hubungan dengan Iran, 52 persen mengatakan Kuwait harus menjaga hubungan baik dengan Teheran.

Mayoritas besar warga Kuwait, jajak pendapat menemukan, percaya pemerintah mereka tidak berusaha untuk memerangi korupsi, sementara antara 30 hingga 40 persen percaya bahwa pemerintah mereka bekerja dengan baik mengenai hak-hak perempuan, privasi dan menangani masalah pajak.

Sekitar 36 persen warga Kuwait berpikir bahwa penting untuk mendengarkan mereka yang mencoba menjelaskan Islam dengan cara yang lebih moderat dan modern. Jajak pendapat juga menemukan bahwa 60 persen percaya bahwa reformasi politik dan ekonomi internal lebih penting daripada masalah kepentingan eksternal.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir