Otoritas Palestina menghadapi krisis gaji pasca pemotongan pajak oleh Israel

Otoritas Palestina mengumumkan bahwa mereka akan membayar sekitar 60% gaji bulanan untuk karyawannya setelah Israel memotong US $ 137 juta yang dikumpulkan dari pajak.

BY adminEdited Mon,11 Mar 2019,01:07 PM

Ramallah, SPNA - Otoritas Palestina hari Minggu (10/03/2019) mengumumkan bahwa mereka akan membayar sekitar 60% gaji bulanan untuk karyawannya setelah Israel memotong US $ 137 juta yang dikumpulkan dari pajak.

Pemotongan, yang dilakukan pada 17 Februari tersebut datang sebagai langkah hukuman karena PA memberikan gaji kepada tahanan di penjara Israel dan keluarga mereka, yang oleh Israel sebut ‘teroris’.

Menteri Keuangan Palestina, Dr. Shukri Bishara, dalam konferensi pers khusus pada hari Minggu (10/03/2019) mengatakan bahwa setidaknya 50% dari gaji karyawan akan dibayarkan hari ini (bagi mereka yang gaji bulanannya melebihi 2000 Shekel, sekitar 550 USD). Sementara itu, gaji yang jumlahnya kurang dari itu akan dibayar penuh.

Bishara menambahkan bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai dengan prioritas (tergantung pada gaji dan pinjaman), di samping itu, ia mengumumkan penangguhan janji, promosi, pembelian real estat dan mobil, penjatahan tunjangan perjalanan dan sejumlah keputusan untuk meringankan krisis keuangan.

Bishara juga mengatakan bahwa PA akan meminjam US $ 50 juta sebulan dari bank selama periode mendatang.

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Nabil Abu Rudeineh mengatakan periode yang akan datang ini akan sulit, rumit dan berbahaya dan mungkin menyerukan langkah-langkah politik yang lebih serius.

(T.RA/S: PNN)

leave a reply
Posting terakhir