Turki mendesak dunia untuk bereaksi terhadap agresi Israel

Antalya, SPNA - Menteri luar negeri Turki pada hari Selasa (12/03/2019) meminta komunitas global untuk menentang agresi Israel di tempat-tempat ....

BY adminEdited Wed,13 Mar 2019,12:48 PM

Antalya, SPNA - Menteri luar negeri Turki pada hari Selasa (12/03/2019) meminta komunitas global untuk menentang agresi Israel di tempat-tempat suci Islam, Anadolu Agency mewartakan.

"Sayangnya, hari ini, agresi Israel telah meningkat dengan adanya dukungan dari AS. Kami berbicara tentang semua masalah ini dan tidak akan menyerah pada tujuan suci dan nasional kami," kata Mevlut Cavusoglu, saat berbicara pada pertemuan umum di provinsi Mediterania Antalya.

Mengacu pada penggerebekan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, ia mengatakan, "Sudah waktunya untuk menghentikan kecerobohan Israel. Kami tidak bisa mentolerir serangan yang tidak tau malu yang dilakukan Israel di tempat-tempat suci kami, dan dunia harus bereaksi terhadap ini."

Diplomat tersebut menekankan bahwa Turki dan negara-negara lain di dunia menghormati tempat-tempat ibadah bagi para pengikut berbagai agama.

Namun, "Israel tidak mengikuti kebijakan yang sama mengingat agresi di Palestina," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa Turki telah berubah menjadi merek pariwisata yang diakui secara global. Ia menambahkan, "Mari kita pertahankan (tren) ini sehingga pemilik toko dan warga kita berkembang.

"Cavusoglu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki menarik banyak wisatawan dari berbagai negara dengan Jerman sebagai pemimpin.

“Orang-orang dari berbagai negara menghabiskan liburan mereka di sini, bahkan ada turis yang membeli rumah di sini,” katanya, yang menggarisbawahi tujuan Turki adalah menampung hingga 100 juta orang.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak bulan lalu, ketika polisi Israel secara singkat menyegel Gerbang Al-Rahma di kompleks Al-Aqsa, yang berdekatan dengan tembok timur Kota Tua, memicu demonstrasi dan kemarahan warga Palestina.

Berminggu-minggu sejak itu, pihak berwenang Israel telah melarang sejumlah orang Palestina - termasuk pejabat agama - untuk memasuki Al-Aqsa, yang bagi umat Islam mewakili situs paling suci ketiga di dunia.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir